Jakarta, Sumselupdate.com – Di tengah dinamika pasar keuangan global yang semakin menantang, instrumen deposito tetap menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Stabilitas nilai, kepastian imbal hasil, serta tingkat risiko yang rendah menjadikan deposito sebagai alternatif investasi yang diminati, khususnya bagi investor dengan profil konservatif.
Berbeda dengan instrumen seperti saham dan aset kripto yang rentan terhadap fluktuasi, deposito menawarkan keamanan karena nilai pokok investasi tidak terpengaruh gejolak pasar. Selain itu, dana nasabah di perbankan nasional juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga memberikan rasa aman bagi investor.
Selain faktor keamanan, daya tarik deposito juga terletak pada kepastian bunga yang telah ditentukan sejak awal penempatan dana. Umumnya, tingkat bunga deposito lebih tinggi dibandingkan tabungan konvensional, sehingga memberikan keuntungan yang lebih optimal bagi nasabah.
Fleksibilitas tenor menjadi keunggulan lainnya. Nasabah dapat memilih jangka waktu simpanan mulai dari satu bulan hingga lebih dari satu tahun, sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan keuangan masing-masing.
Memasuki kuartal pertama 2026, kondisi ekonomi nasional relatif stabil. Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75 persen turut menjaga daya tarik instrumen simpanan perbankan, termasuk deposito.
Stabilnya suku bunga acuan memberikan ruang bagi perbankan untuk menawarkan bunga deposito yang kompetitif, tanpa meningkatkan beban biaya dana secara signifikan. Hal ini juga memberikan kepastian bagi nasabah dalam memperoleh imbal hasil yang stabil di tengah tekanan inflasi.
Salah satu bank yang menawarkan bunga kompetitif adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. BRI menetapkan suku bunga deposito dalam kisaran 2,50 persen hingga 3,00 persen per tahun.
Menariknya, bunga tertinggi sebesar 3,00 persen justru diberikan untuk tenor pendek, yakni satu dan tiga bulan. Sementara itu, untuk tenor enam bulan, bunga berada di level 2,75 persen. Adapun untuk tenor jangka panjang seperti 12 hingga 24 bulan, bunga ditetapkan sebesar 2,50 persen.
Sebagai perbandingan, bank lain seperti BNI dan Mandiri menawarkan bunga deposito di kisaran 2,25 persen hingga 2,75 persen pada periode yang sama.
Dari sisi akses, BRI juga memberikan kemudahan bagi masyarakat. Pembukaan deposito secara langsung di kantor cabang dapat dilakukan dengan setoran awal mulai dari Rp10 juta. Sementara melalui layanan digital seperti internet banking, deposito dapat dibuka dengan nominal lebih terjangkau, mulai dari Rp1 juta hingga Rp100 juta.
Dengan tingkat bunga yang kompetitif dan jaminan dari LPS yang saat ini berada di level 4,25 persen, deposito dinilai tetap menjadi instrumen investasi yang relevan di tengah ketidakpastian global.
Ke depan, stabilitas kebijakan moneter diharapkan mampu menjaga kinerja sektor perbankan sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat dalam mengelola investasi yang aman dan berkelanjutan.
(**)











