Dengan Program P5, Siswa Miliki Kompetensi Global Hingga Berprilaku Cerminan Pancasila

SMA Negeri 4 kota Pagaralam melaksanakan gelar karya P5 dengan tema ‘Gaya hidup berkelanjutan’ dan tema ‘kearifan lokal’.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Tahun pelajaran 2022-2023 ini menjadi berbeda dari tahun pelajaran sebelumnya, bagi mayoritas sekolah di Indonesia. Pembedanya adalah mulai diterapkannya Kurikulum Merdeka bagi siswa baru.

Bukan sistem pengajarannya yang berbeda, tetapi adanya kegiatan kokurikuler yang wajib dilaksanakan, dan ini belum ada di kurikulum sebelum-sebelumnya. Kegiatan kokurikuler ini diberi nama proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).

Secara teori apa dan bagaimana proyek penguatan profil pelajar Pancasila mungkin bisa dicari melalui media internet. Namun pada tataran pelaksanaannya, banyak pendidik yang masih gagap. Apakah langkah-langkah proyek yang sudah dilaksanakan di dalam kelas benar-benar seperti apa yang diinginkan pemerintah.

Seperti yang di lakukan SMA Negeri 4 kota Pagaralam melaksanakan gelar karya P5 dengan tema ‘Gaya hidup berkelanjutan’ dan tema ‘kearifan lokal’, siswa menampilkan hasil produk berupa pupuk kompos hasil karya siswa  dan kearifan lokal yang ditampil kan budaya lokal berupa, berejung, Tadut, gitar tunggal dan kesenian bela diri besemah berupa kontak.

Kegiatan ini selain dihadiri oleh korwas SMA/SMK Sumsel  wilyah Kota Pagaralam juga dihadiri komite sekolah dan mengundang budayawan kota Pagaralam.  Tujuan  gelar karya  untuk membina kemandirian danbkreativitas  peserta, memupuk semangat kerjasama, tanggung  jawab dan percaya diri peserta didik.

Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Naharudin S.Pd. MPd di dampingi Wakil Kesiswaan Budi Santoso S.pd, menjelaskan, untuk yang belum tahu apa itu proyek penguatan profil pelajar Pancasila?.

Proyek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Proyek penguatan profil pelajar Pancasila adalah pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa, sesuai dengan karakteristik lingkungan sekitar agar siswa memiliki kompetensi global dan berperilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Naharudin S.Pd M.Pd Sebagai sekolah yang baru tahun pelajaran sekarang ini menerapkan Kurikulum Merdeka dengan pilihan mandiri berubah, sekolah diberi kemudahan oleh pemerintah untuk menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan.

Namun untuk modul proyek penguatan profil pelajar Pancasila, pemerintah hanya menyediakan panduan pengembangan modul proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Jadi bukan berupa modul yang siap pakai. Berbeda dengan modul ajar yang sepenuhnya sudah siap pakai di semua jenjang pendidikan.

Sebelumnya harus diketahui dahulu, apa itu modul proyek penguatan profil pelajar Pancasila? Modul proyek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, media pembelajaran, dan asesmen yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Pendidik memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih, dan memodifikasi modul proyek profil yang tersedia sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik.

Sebagai sekolah yang termasuk kategori tahap awal dalam pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila, ada tiga ciri yang menjadi pembeda dengan sekolah yang sudah berpengalaman melaksanakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.

Ciri pertama, satuan pendidikan belum memiliki sistem dalam mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran berbasis proyek, belum sampai ke tahap di mana pembelajaran berbasis proyek sudah menjadi kebiasaan satuan pendidikan.

Ciri kedua, konsep pembelajaran berbasis proyek baru diketahui pendidik, belum sampai ke tahap di mana konsep pembelajaran berbasis proyek sudah dipahami semua pendidik. Dan ciri yang ketiga, satuan pendidikan menjalankan proyek secara internal, belum sampai ke tahap di mana satuan pendidikan sudah menjalin kerja sama dengan pihak mitra di luar satuan pendidikan agar dampak proyek dapat diperluas secara berkelanjutan.

Dalam pemberian opsi tema, pada sekolah tahap awal ini isu yang dipakai masih sama untuk setiap tema di semua tingkat/kelas paralel, belum sampai ke tahap di mana setiap kelas menelaah isu yang berbeda sesuai pilihan peserta didik.

Sementara itu, penentuan topik masih dilakukan sepenuhnya oleh satuan pendidikan, belum ke tahap di mana peserta didik mendiskusikan tema dan topik proyek profil dengan bimbingan pendidik.

Adapun dalam pengembangan modul proyek penguatan profil pelajar Pancasila, sekolah yang berada di tahap awal masih menggunakan modul proyek profil pelajar Pancasila yang sudah tersedia, hanya saja harus melakukan adaptasi modul dengan kondisi sekolah. Pemerintah telah menyediakan contoh-contoh modul proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang dapat dijadikan inspirasi untuk satuan pendidikan.

Satuan pendidikan dan pendidik dapat mengembangkan modul proyek profil pelajar Pancasila sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik, memodifikasi, dan/atau menggunakan modul proyek profil pelajar Pancasila yang disediakan pemerintah sesuai dengan karakteristik daerah, satuan pendidik, dan peserta didik.

Oleh karena itu, pendidik yang menggunakan modul proyek profil pelajar Pancasila yang disediakan pemerintah tidak perlu lagi menyusun modul proyek profil.

Selama pendidik melakukan adaptasi modul dengan kondisi sekolah, ada dua hal yang harus diperhatikan, pertama, tentukan bagian-bagian dari konten modul yang perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekolah/peserta didik (penyesuaian bisa mencakup topik, tujuan, aktivitas, dan asesmen).

Kedua, tuliskan rencana penyesuaian yang akan dilakukan. Setelah itu diselaraskan dengan cara, pertama, periksa kembali kesesuaian tujuan, aktivitas, dan asesmen modul. Kedua, selaraskan kesinambungan antara isu atau tema yang dibahas, sub-element (tujuan proyek profil), serta kondisi dan kebutuhan sekolah/peserta didik.

Proyek penguatan profil pelajar Pancasila telah dimulai. Agar kegiatan ini dapat berlangsung dengan sukses sampai akhir semester maka pendidik sebagai fasilitator pembelajaran perlu terus berkreasi untuk meningkatkan partisipasi belajar seluruh peserta didik dalam serangkaian kegiatan yang sedang dilaksanakan. Semoga semua guru diberikan kemudahan dalam memahami dan melaksanakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila ini. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.