Demo di Gedung Dewan Sumsel, 25 Mahasiswa Terluka

Selasa, 24 September 2019

Palembang, Sumselupdate.com – Dikabarkan ada sebanyak 25 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palembang mengalami luka-luka, akibat diduga insiden dengan petugas yang berjaga saat mengamankan aksi unjuk rasa terkait penolakan RKHUP di gedung DPRD Sumsel, Selasa (24/9/2019).

Dari 25 mahasiswa tersebut beberapa mendapat perawatan ialah Agit Mundian, Reina, Hepsa, Nafela, Puspa, Feby, Erika, Ratna Sari, dan Rima.

Read More

Sedangkan dari UPGRI ada Chandra, Selvi dan Dea. Putri, Elista, Iga dan Elsa Oktarina merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang turut mengalami luka-luka.

Selain itu, Icha, Umita (Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang), Anna, Saffa, Bella (Universitas Indo Global Mandiri), Tia, Ratna Sari (Universitas Bina Sriwijaya), Diman, dan Tasya (Politeknik Negeri Sriwijaya).

“Memang benar ada beberapa teman kami yang mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan medis,” ujar Vinsu, mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan mahasiswa di Sumatera Selatan berakhir ricuh karena adanya keinginan ingin memasuki gedung DPRD. Massa mulai tak terkendali saat memaksa masuk ke gedung parlemen.

Massa bergerak mendekati gerbang gedung yang tertutup rapat oleh pagar dan dikawal ketat petugas keamanan. Gesekan antara massa dengan petugas pun tidak dapat terelakaan.

Bahkan, aksi anarkis terjadi ketika massa yang terpancing emosi melempari petugas dengan batu. Polisi terpaksa mengeluarkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Namun bukannya bubar, emosi massa malah makin terpancing. Setidaknya ada dua mahasiswa yang diduga sebagai provokasi kericuhan diamankan petugas.

Dalam aksi kali ini, mahasiswa menyuarakan menolak Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP). Selain menolak RKUHP, mahasiswa juga menyampaikan penolakan Revisi Undang-undang KPK yang sudah disahkan DPR RI, RUU Ketenagakerjaan, dan RUU Pertanian.

Termasuk kriminalisasi terhadap aktivitis di berbagai sektor dan ketidakseriusan pemerintah dalam menangani isu lingkungan. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts