Daun Bidara dan Sambiloto, Bisa Jadi ‘Senjata’ Melawan Covid-19

Tim Penggerak PKK Kota Palembang menggelar kompetisi antar kecamatan di Palembang untuk menciptakan minuman berkhasiat dari tanaman obat keluarga, Selasa (17/11/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Dalam satu tahun terakhir, Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menjadi virus yang mematikan dan menakutkan di dunia. Tapi, bagi mereka yang punya imun kuat, virus ini terkadang tak terlalu memberikan efek yang berarti bagi kesehatan.

Terbukti, banyak juga orang tanpa gejala, yang biasanya karena imun mereka kuat. Tak heran, jika memperkuat imun menjadi solusi untuk dapat menjaga kesehatan tubuh dari Covid-19.

Bacaan Lainnya

Minuman herbal belakangan menjadi salah satu buruan warga untuk dapat meningkatkan imun. Oleh karena itulah, Tim Penggerak PKK Kota Palembang membuat kompetisi antar kecamatan di Palembang untuk menciptakan minuman berkhasiat dari tanaman obat keluarga, Selasa (17/11/2020).

Hasilnya, Kecamatan Plaju berhasil menjuarai inovasi minuman kesehatan, dengan mengunggulkan minuman teh celup berbahan daun Bidara dan Sambiloto.

Jami’ah Perwakilan dari Kecamatan Plaju mengatakan tanaman Bidara dan Sambiloto, cukup mudah dalam hal perawatannya, karena untuk ditanam saja cukup dalam pot, sehingga sangat praktis untuk dibudidayakan di pekarangan/teras rumah.

“Kita pilih Bidara dan Sambiloto, karena sudah tahu bagaimana khasiatnya, sangat baik bagi kesehatan. Tinggal perlu inovasi agar lebih mudah untuk di minum. Salah satunya, dalam bentuk kemasan teh celup ini,” katanya.

Untuk cara pembuatan, Jami’ah menjelaskan bahan dari daun Bidara yang sudah dipetik kemudian dicuci bersih, digunting, dijemur, di sangrai dan diblender.

“Terakhir diseduh seperti menyeduh teh. Khasiatnya untuk meningkatkan imun saat Covid-19,” katanya.

Seperti diketahui, Jika Anda memiliki segudang aktivitas dan mudah merasa lelah atau sakit, sebaiknya konsumsilah daun bidara yang diolah menjadi jus atau meminum air rebusan daun bidara. Hal ini dapat membantu Anda memperoleh daya tahan tubuh yang kuat sehingga menjadi tidak mudah lelah dan sakit.

Sementara itu, Wakil Ketua 4 TP PKK Kota Palembang Erfiana Umar mengatakan, giat kompetisi antar kecamatan ini dimaksudkan agar para ibu-ibu bisa memanfaatkan tanaman obat yang ada di pekarangan rumah menjadi suatu hal bermanfaat di masa pandemi.

“Memang setiap tahun ada lomba pemanfaatan Taman Obat Keluarga (Toga). Namun, khusus tahun ini berbarengan dengan kondisi pandemi, tema yang dipilih minuman yang mampu meningkatkan imunitas tubuh. Kita persilakan masing-masing kecamatan membuat inovasi sendiri asalkan mereka juga memahami dan mempunyai referensi untuk membuat minuman bermanfaat untuk imunitas,” jelasnya.

Masih dikatakannya, bahwa setiap Kecamatan dihimbau untuk membuat inovasi sendiri, yaitu berbagai minuman apa yang mereka buat dari Toga, serta menjelaskan bahan apa saja yang digunakan.

“Dan mereka juga menjelaskan manfaatnya. Selain itu, mereka juga harus menjelaskan darimana sumbernya itu. Pokoknya itu minuman herbal yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh,” ujarnya.

“Dan apa yang ditampilkan dalam perlombaan ini kita harapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuh jika dikonsumsi,” tambahnya.

Bagi pemenang, akan diberikan pendampingan pembuatan izin BPOM, izin dinas kesehatan dan sertifikasi halal dari MUI.  Di lokasi yang sama, Penilai dari Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Fauzia, M.Kes menjelaskan, bahwa kegiatan yang diadakan tersebut merupakan kolaborasi bersama Dinas Kesehatan kota Palembang terkait pemanfaatan Toga.

“Kalau di Pokja tiga itu kan penanaman Toga-nya, nah kalau di Pokja empat ini setelah ditanam, itu bagaimana pemanfaatannya untuk kesehatan sebagai asuhan mandiri. Toga itu tanaman obat keluarga, ada kunyit, serai dan berbagai tanaman obat lainnya. Ada asuhan mandirinya juga,” jelasnya. (Iya)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.