Dampak Ditunda Liga 2, Pemain Sriwijaya FC Usaha Kecil-kecilan

Pemain bertahan Sriwijaya FC, Fatkhur Ari Kusumawardani.

Palembang, Sumselupdate.com – Dampak ekonomi dari penundaan kompetisi Liga 2 2020 tidak hanya dirasakan klub peserta, namun juga para pemain.

Pesepakbola yang menggantungkan hidupnya dari kompetisi, turut merasakan imbasnya.

Bacaan Lainnya

Sebagai solusi, para pesepakbola kini mulai mencari sumber pemasukan lain. Salah satunya, seperti yang dilakukan pemain bertahan Sriwijaya FC, Fatkhur Ari Kusumawardani.

Di saat klubnya Sriwijaya FC meliburkan pemain, Dani, mencoba mencari alternatif pemasukan dengan membuka usaha kecil-kecilan. Bersama ibunya, Dani berjualan cemilan keripik tempe.

“Kebetulan buka usaha kecil-kecilan yang bisa dijual. Kayak usaha cemilan keripik tempe,” ungkap mantan punggawa Persik Kediri itu.

Dirinya juga mengaku ikut membantu mempromosikan usaha ibunya kepada teman-teman. Cemilan keripik tempe ini dibuat sendiri oleh ibunya.

“Sekalian juga saya bantu buat promo ke teman-teman. Yang buat, ya ibu saya sendiri,” katanya.

Seperti diketahui, penundaan lanjutan kompetisi Liga 2 Indonesia membuat manajemen tim Sriwijaya FC meliburkan pemain untuk sementara waktu hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Manajemen Elang Andalas, baru akan mengumpulkan kembali pemain dan mengagendakan latihan rutin usai ada kepastian jadwal kompetisi.

Di mana, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) merencanakan kompetisi baru bergulir pada awal tahun 2021. (ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.