Dalam Sepekan Tiga Kali Pelajar di Lubuklinggau Nyaris Tawuran, Ternyata Ini Pemicunya

Aparat TNI dan Polri mengamankan sejumlah pelajar yang diduga bakal tawuran di GOR Megang Lubuklinggau,Senin (29/11/2021).

Laporan: Adnan Abidin

Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Dalam sepekan terakhir terjadi tiga kali tawuran antar-siswa sekolah di Kota Lubuklinggau.

Read More

Diduga tawuran dipicu tantangan dan hinaan yang beredar di media sosial (medsos).

Teranyar aksi kurang terpuji ini nyaris terjadi antara puluhan siswa salah satu SMP negeri di Kelurahan Megang dengan siswa sekolah lainnya.

Bahkan, aparat penegak hukum terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke atas untuk membubarkan sekumpulan siswa yang diduga hendak tawuran di sekitaran GOR Megang. Senin (29/11/2021).

Beruntung aksi tersebut tidak sempat terjadi, dan petugas berhasil mengamankan beberapa siswa untuk dimintai keterangnya di sekolah.

Diduga konten berupa tik tok berisi hinaan terhadap pelajar di sekolah tersebut menyebar, sehingga menyulut emosi pelajar.

Setelah jam pulang sekolah, seluruh guru, pihak kepolisian dan TNI meminta seluruh pelajar langsung pulang ke rumah masing-masing untuk menghindari tawuran.

Namun rupanya setelah dipulangkan para siswa bukannya pulang ke rumah, malah berkumpul di depan GOR Petanang Lubuklinggau.

Para pelajar diduga sudah saling berhadap-hadapan dengan pelajar sekolah lain. Tidak lama kemudian ada warga setempat yang melapor, sehingga anggota Polisi dan TNI yang berjaga di gerbang sekolah langsung menuju lokasi dan membubarkannya.

Bahkan untuk membubarkan para pelajar, anggota terpaksa mengeluarkan tembakan ke udara. Mendengar dentuman pistol para pelajar langsung melarikan diri.

Namun beberapa pelajar yang diduga akan melakukan tawuran diamankan dibawa ke sekolah untuk diberikan pembinaan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau, Dian Candra mengatakan sudah memberikan imbauan kepada para guru agar memperhatikan anak muridnya masing-masing.

“Kepada para siswa juga jangan mudah terprovokasi hal semacam itu, biar ada kontrol,” katanya.

Kemudian para pengurus OSIS di masing-masing sekolah untuk melawan gerakan perlawanan dengan ajakan tidak untuk mengikutinya, misalkan berkomentar dan berjanji tidak akan terprovokasi.

“Itu masih simpang siur, ada informasi dari pihak sekolah ada juga yang bilang itu dari luar, jadi siswa melalui OSIS menyampaikan hal semacam itu jangan terpancing,” katanya.

Dian mengatakan, melawan gerakan media sosial dengan gerakan medsos juga.

“Mencegah percobaan tawuran itu sudah kita cegah Jumat lalu kita sudah di madrasah, jangan sampai ini terjadi,” paparnya.

Walikota Lubuklinggau H SN Prana Putra Sohe meminta seluruh pelajar di Kota Lubuklinggau jangan jadi orang goblok dan orang bodoh.

“Siswa jangan jadi buyan (bodoh), mengapa karena kita ini semuanya bersaudara, nanti ketika terjadi pemukulan ternyata saudara sendiri, sepupu sendiri dan keponakan sendiri,” ungkapnya.

Dia meminta para siswa yang melihat konten tik tok yang tidak mendidik itu untuk mengabaikannya, lebih baik sekolah rajin dan paling utama seluruh guru di Lubuklinggau untuk melakukan pengawasan ketat kepada siswanya.

“Ini pasti ada oknum atau sengaja membuat yuser untuk membuat ini, tunggu tanggal mainnya kita mintak ditindak tegas,” pungkasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.