Cegah Perdagangan Orang, Gugus Tugas PPTPPO OKU Timur Dibentuk

Suasana pelatihan

Martapura, Sumselupdate.com – Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir H Ishak Mekki MM menghadiri Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Pidana Perdagangan Orang (PP-TPPO), Rabu (5/4/2017) di Balai Rakyat Pemkab OKU Timur.

Ishak Mekki yang merupakan ketua Gugus Tugas PPTPPO tiba di lokasi acara sekitar pukul 09.40 langsung menuju lokasi acara didampingi Bupati OKU Timur HM Kholid MD dan Wakil Bupati Fery Antoni.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumatera Selatan ini mengatakan, maraknya perdagangan orang dengan berbagai alasan akhir-akhir ini. Sebenarnya sudah diatasi pemerintah dengan berbagai upaya, salah satunya pencegahan melalui pembentukan GT-PPTPPO.

Dijelaskannya, untuk mensosialisasikan terkait GT-PPTPPO kepada seluruh lapisan masyarakat Sumsel, dirinya menjadwalkan kunjungan langsung ke seluruh Kabupaten dan Kota di Sumsel.

“Saat ini giliran Kabupaten OKU Timur, selanjutnya Kabupaten lain. Selain sosialisasi juga ditujukan untuk mensinergikan GT-PPTPPO Pemerintah Provinsi Sumsel dengan Kabupaten dan Kota,” ungkapnya.

Sosialisasi ini sangat penting, lanjut Wagub, selain untuk memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat terkait tindak pidana perdagangan orang, juga untuk mensinergikan GT-PPTPPO Provinsi Sumsel dengan Kabupaten Kota se-Sumsel.

Bupati OKU Timur H Kholid Mawardi mengucapkan terima kasih atas kunjungan langsung Wagub dalam acara Sosialisasi PP-TPPO. Walau di OKU Timur belum ditemukan ada kasus  korban penjualan orang, tapi tetap acara sosialisasi   PPTPPO perlu dilaksanakan.

“Mencegah itu lebih baik, sosialisasi ini sangat penting untuk pengetahuan. Betapa pentingnya kita untuk peka dalam lingkungan sekitar. Kejahatan akan timbul karena ada kesemptan. Mari kita jaga keamanan bersama termasuk kejahatan penjualan orang dan anak yang akhir-akhir ini menjadi isu yang ramai di medsos,” jelas Kholid.

Sementara Ketua GT-PPTPPO OKU Timur Fery Antoni dalam sambutan mengatakan, pihaknya akan berusha melaksankan tugas dan fungsinya dengan melakukan pelatihan GT- PPTPPO Provinsi Sumsel, dan akan segara mendirikan pusat terpadu korban penjualan orang.

“Kita sudah  menganggarkan dana dan masuk dalam perda. Hal ini untuk menunjang program ini sukses untuk membantu masyarakat,” jelasnya. (Yul)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.