Palembang, Sumselupdate.com – Kebijakan Pemerintah Provinsi Sumsel yang hanya menaikan 1.5 persen UMP tahun 2024, nampaknya tidak direspon ramah oleh para buruh.
Buntutnya ratusan buruh, menyatroni kantor Gubernur Sumsel guna melakukan aksi demontrasi menolak kenaikan upah yang dirasa masih terlalu kecil.
Mereka datang dengan membawa keranda mayat, yang lalu tak lama keranda tersebut dibakar tepat didepan pagar Kantor Gubernur Sumsel.
Bukan alasan, kenaikan UMP Sumsel tahun 2024 dianggap masih sangat murah ketimbang harga sembako yang kian hari makin melambung.
“Kami menolak UMP tahun 2024 ini yang masih terlalu rendah,” ucap koordinator aksi Ramlianto dalam orasinya di depan pagar kantor Gubernur Sumsel, Senin (26/11/2023).
Baca juga : Sudah Disahkan Pj Gubernur, UMP Sumsel Naik 1,55 Persen
Bahkan menurut Ketua DPC Federasi Serikat Buruh Niaga Informatika Keuangan Perbankan dan Aneka Industri (FSB Nikeuba),Kenaikan UMP Sumsel tahun 2024 yang senilai Rp 52 ribu tak sebanding dengan kenaikan gaji ASN senilai 8 persen.
Oleh karenanya, para buruh yang berdemonstrasi tersebut menuntut kenaikan UMP Sumsel tahun 2024 menyentuh angka 15 persen.
“Sementara naik hanya 1,55 persen upah kita sangat jauh dari kebutuhan layak. Rp 52.000 cukup apa? BBM naik 30 persen, belum lagi kebutuhan pokok yang naik sampai 40 persen,” kata Hermawan.
Baca juga : UMP Sumsel Naik Menjadi Rp 3,400 Juta
Sedangkan Asisten III Pemprov Sumsel, Kurniawan, mengaku akan menyampaikan tuntutan buruh tersebut kepada Pj Gubernur.
“Aspirasi buruh ini akan kami sampaikan ke pimpinan, kami usahakan sebelum tanggal 30 (rapat) bersama dengan Pj Gubernur,” ungkapnya











