Martapura, Sumselupdate.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur melantik dan menyerahkan surat keputusan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi.
Pelantikan 220 CPNS dari formasi umum dan formasi khusus eks K2 serta satu orang disabilitas dan satu orang cumloud langsung dilakukan Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi S.Sos Msi, di Balai Rakyat Pemkab OKU Timur, Rabu (13/3/2019).

Proses penerimaan CPNS formasi 2018 ini awalnya diikuti 5.141 pendaftar, yang lulus seleksi administrasi 4.883 dan yang mengikuti tes CAT sebanyak 4.683 orang. Namun peserta yang lulus passing grade sesuai Permenpan RB No 37 tahun 2018 ada sebanyak 71 orang.
Maka untuk mengatasi kekurangan dalam pemenuhan formasi 2018, Menpan dan RB mengeluarkan Permenpan RB No 61 tahun 2018 sehingga jumlah peserta yang bisa mengikuti SKB sebanyak 521 orang yang terdiri dari P1/L 71 orang sedangkan P2/L sebanyak 450 orang.
Dalam sambutannya HM Kholid mengatakan, khusus untuk CPNS yang baru diangkat jangan berbangga diri, tapi perbanyaklah bersyukur terutama bagi yang lulus dengan status P2/L, karena kalian merupakan orang-orang yang terpilih karena kebijakan pemerintah pusat dalam rangka memenuhi kuota formasi yang kosong.
“Saya ucapkan selamat kepada 224 orang CPNS yang baru saja diresmikan. Semoga kegembiraan dan kebahagiaan pada hari ini sebagai tonggak sejarah untuk mengembangkan karir di masa mendatang,” katanya.
Bupati menambahkan, para CPNS ini terpilih melalui berbagai tahapan seleksi yang teliti, objektif dan komprehensif. Sehingga individu yang diterima sebagai PNS adalah individu-individu yang memiliki potensi intelektual, bakat, kreativitas, sikap, pola kerja dan kepribadian yang baik. Sehingga CPNS yang diangkat diharapkan menjadi aparatur yang profesional.
“Profesionalisme aparatur tersebut akan tercermin pada tingkat kinerja aparatur dalam penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat. Sedangkan kinerja yang terpantau, terukur dan selalu diperbaiki lambat laun akan menyatu dalam pelaksanaan tugas dan sikap perilaku aparatur sebagai cermin dari terbentuknya kinerja yang baik,” pungkasnya. (adv/mat)










