Palembang, Sumselupdate.com – Aksi damai soal Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester IX yang diteriakkan oleh para mahasiswa belakangan ini bukan mendapatkan solusi malah diduga terjadi kesewenang-wenangan.
Mulai dari aksi pemukulan oknum polisi saat aksi damai di gedung rektorat Kamis lalu hingga penonaktifan akademik tiga mahasiswa Unsri tanpa surat peringatan terlebih dahulu.
Demikian dikeluhkan para ratusan mahasiswa yang menggelar aksi di gedung DPRD Sumsel dikomandoi Presiden Mahasiswa Unsri Rahmat Farizal, Jumat (4/8/2017).
Akhirnya, aksi ini pun berbuntut panjang. Sehingga pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel akan memanggil Rektor Unsri, pada Senin (7/8) mendatang.
Wakil DPRD Sumsel Muhammad Yansuri menanggapi tuntutan yang disampaikan massa aksi. Politisi partai Golkar tersebut dalam orasinya berjanji akan memanggil Rektor Unsri Senin pekan depan atas polemik yang terjadi.
“Dan untuk oknum polisi kami imbau untuk diproses dan ditahan sebagaimana yang telah dilakukan,” tegas Muhammad Yansuri dan disambut teriakan ‘hidup mahasiswa’ para massa aksi.
Dirinya memastikan Rektor dan jajaran akan dipanggil pada Senin depan untuk menjelaskan mengenai polemik yang dituntut oleh massa aksi. “Surat nya langsung dikirim hari ini,” pungkasnya. (sbw)











