Bryan, Bocah Malang yang Tewas Dianiaya Ibu Kandung Sendiri, Dikebumikan Siang Ini

Selasa, 22 November 2016
Ilustrasi

Palembang, Sumselupdate.com – Bocah malang bernama Brayn Aditya Fadhillah yang tewas akibat dianiyaya oleh ibu kandungngya sendiri, akhirnya dikebumikan siang ini, Selasa (22/11/2016).

Bocah berusia empat tahun yang tewas akibat tendangan maut sang ibu kini dimakamkan tak jauh dari kediamannya di Jalan Lubuk Bakung, RT 06/RW 09, Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang.

Read More

Pantauan di lapangan, jenazah Brayan dibawa ke pemakaman dengan cara dibopong oleh Salbani (30) yang tak lain adalah ayahnya sendiri. Raut muka kesedihan, Salbani nampak terlihat. Diapun begitu tegar mengantarkan putra kesayangannya itu ke tempat peristirahatan terakhir. Pihak dari jajaran Polresta Palembang, juga terlihat melakukan pengamanan di rumah duka.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede menerangkan, sebanyak 19 anggota dari jajaran Polsek, Shabara, Intelkam dan Satreskrim berada di lokasi. “Kami hanya melakukan pengamanan yang sifatnya preventif di lokasi rumah korban. Pemakaman sendiri, berlangsung sekitar pukul 13.00WIB,” tukas Kasat.

Bryan Tewas Karena Ditendang dan Digigit Ibu Kandung Sendiri

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah petugas Satreskrim Polresta Palembang melakukan penyelidikan diketahui bahwa Bryan Aditya Fadhillah tewas akibat tendangan maut dan gigitan oleh ibunya yakni Siska Nopriana (23).

Bahkan, petugas Satreskrim Polresta Palembang, terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap Siska.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Marully Pardede menerangkan, berdasarkan dari hasil pemeriksaan, tindak kekerasan terhadap Bryan telah berlangsung sejak tiga bulan terakhir. Di mana, antara Siska dan suaminya Salbani (30) sebelumnya sempat pisah ranjang pada 2014 lalu. Namun, pada bulan Februari keduanya memutuskan untuk kembali rujuk. Sejak rujuk, keduanya malah sering terlibat cek-cok mulut.

“Setiap keduanya  bertengkar dari pengakuan tersangka, korban selalu jadi sasaran ibunya. Anaknya juga sering digigit oleh pelaku,” sebut Kasat Reskrim Polresta Palembang,Kompol Marully Pardede, Selasa (22/11).

Lanjut dia, terlebih dari hasil pemeriksaan dari dokter, juga menguatkan, jika tindakan kejam Siska telah berlangsung sejak lama. “Korban dianiaya sejak tiga bulan terakhir. Karena ada banyak luka lebam lama di tubuhnya,” terang Maruly. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts