Jakarta, Sumselupdate.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat kinerja positif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga awal April 2026. Total penyaluran KUR BRI mencapai Rp31,42 triliun atau setara 17,46 persen dari total alokasi plafon nasional sebesar Rp180 triliun yang ditetapkan pemerintah tahun ini.
Penyaluran tersebut telah menjangkau sekitar 643 ribu debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di berbagai wilayah Indonesia. Capaian ini menunjukkan peran strategis BRI dalam memperkuat sektor usaha rakyat sebagai penggerak utama perekonomian nasional.
Dari sisi sektoral, penyaluran KUR BRI masih didominasi oleh sektor produktif seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, dan jasa lainnya. Porsi sektor produksi tercatat mencapai 64,13 persen dari total pembiayaan yang disalurkan.
Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan mencapai Rp13,25 triliun atau sekitar 42,18 persen dari total penyaluran KUR BRI. Hal ini sekaligus menegaskan peran BRI dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui akses pembiayaan bagi petani.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, mengatakan bahwa penyaluran KUR tidak hanya difokuskan pada aspek pembiayaan, tetapi juga pada keberlanjutan usaha debitur melalui pendampingan agar pelaku UMKM dapat berkembang dan naik kelas.
“BRI berjalan beriringan dengan UMKM sebagai fondasi ekonomi. Penyaluran KUR kami sertai dengan pendampingan agar pelaku usaha mampu memperluas kapasitas bisnis dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2026).
Hery menambahkan, hingga 2026 tercatat sekitar 213 ribu debitur atau 22,23 persen dari target telah berhasil naik kelas dalam skala usaha. Target tahun ini sendiri ditetapkan sebanyak 962 ribu debitur yang diharapkan dapat meningkat kapasitas usahanya.
Selain itu, penetrasi KUR BRI terhadap rumah tangga di Indonesia juga menunjukkan tren peningkatan. Data hingga Februari 2026 mencatat 19 dari setiap 100 rumah tangga telah mengakses KUR BRI, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 18 dari 100 rumah tangga pada 2025, dan 17 dari 100 rumah tangga pada 2024.
BRI menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran KUR dilakukan secara transparan, akuntabel, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Hal ini mengingat sumber dana KUR berasal dari dana masyarakat yang dihimpun melalui pihak perbankan.
Dengan pendekatan tersebut, BRI berkomitmen menjaga kualitas kredit tetap sehat sekaligus memastikan peran intermediasi perbankan berjalan optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di sektor UMKM.
(**)











