Bom di Bandara Turki yang Menewaskan 36 Korban Jiwa Mengarah ke ISIS

Rabu, 29 Juni 2016
Bom bunuh diri yang terjadi di Bandara Ataturk merupakan aksi teror kesekian kalinya yang mengguncang Tukir (BBC/Liputan6.com)

Istambul, Sumselupdate.com –Bom di bandara Istanbul Turki pada Selasa (28/6) waktu setempat, menurut Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengarah pada ISIS sebagai pelaku.

“Sampai sejauh ini, berdasarkan pemeriksaan 36 jiwa meninggal dan korban lainnya cedera,” kata Yildirim kepada wartawan di lokasi serangan. Kemungkinan ada warga negara asing yang menjadi korban, kata PM Turki seperti dikutip Reuters.

Read More

Dalam peristiwa tersebut, Tiga bomber melakukan serangan mematikan di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul.

Insiden tersebut terjadi di malam musim panas, Selasa 28 Juni 2016, sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Serangan dibuka dengan berondongan senjata ke arah bandara utama dan tersibuk di Turki itu. Namun, menurut saksi mata, salah satu bomber sempat ditahan oleh salah seorang polisi. Demikian dilansir dari Reuters, Rabu (29/6).

Sementara itu, video yang menyebar di sosial media menunjukkan situasi panik di dalam bandara, di mana para pengunjung terlihat tiarap di lantai.

Kemudian, terdengar teriakan seorang pria, “Tiarap! Tiarap!” Seseorang juga berteriak ketika berondongan tembakan terdengar.

Ataturk merupakan bandara terbesar Turki dan merupakan pusat tujuan bagi para pelancong. Di media sosial beredar berbagai foto kerusakan bandara dan korban terluka.

Bandara Ataturk kini ditutup dan seluruh penerbangan dihentikan akibat peristiwa bom bunuh diri tersebut.

Sementara itu, Menteri Kehakiman Turki,  Bekir Bozdag mengatakan, dua pelaku bom bunuh diri juga tewas dalam kejadian itu. “Pelaku pertama memberondongkan Kalashnikov lalu meledakkan dirinya di muka bandara,” kata dia seperti dikutip dari CNN, hari ini.

Setidaknya dua bom diledakkan. Pertama di luar terminal, di trotoar. Satu lainnya di gerbang pengamanan di pintu masuk bandara.

Aparat mengatakan, tak ada bom yang meledak di dalam gedung bandara.

Seorang pejabat keamanan mengatakan, polisi menembak para tersangka dekat terminal internasional — dalam upaya menghentikan aksi sadis mereka.

Sejauh ini, menurut Departemen Luar Negeri AS, belum ada indikasi warganya masuk dalam daftar korban.

Pun dengan rilis yang dikeluarkan KJRI Istambul yang melaporkan  belum ada laporan bahwa Warna Negera Indonesia (WNI) yang menjadi korban.

“Hingga rilis ini dikeluarkan, belum diperoleh informasi adanya WNI yang menjadi korban. KJRI Istanbul telah menugaskan staf untuk memantau di Bandara Attaturk, berkoordinasi dengan otoritas setempat, berkoordinasi dengan masyarakat Indonesia di Istanbul dan melakukan penelusuran untuk mencari kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban,” ujar KJRI Istanbul melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, pagi ini.

Pemerintah juga mengingatkan kepada seluruh WNI di Turki untuk berhati-hati. WNI diharapkan menghindari pusat keramaian yang berpotensi menjadi target serangan teror.

“Saat ini terdapat sekitar 728 orang WNI dan 310 di antaranya mahasiswa dan sebagian lagi adalah WNI yang bekerja di Turki,” imbuh KJRI Istanbul.

Ada pun nomor hotline KJRI Istanbul yang dapat dihubungi adalah nomor +905319831534 (Ibu Ida). Untuk keluarga di Indonesia dapat menghubungi hotline di +6281290070027. (hyd)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts