Palembang, Sumselupdate.com – Bank Indonesia Sumatera Selatan menggelar Capacity Building wartawan ekonomi dan bisnis 2019 di Bali, melibatkan sebanyak 27 wartawan dari berbagai media di Sumsel, yakni cetak, elektronik, online, dan televisi.
Kepala perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Yunita Resmi Sari menjelaskan kegiatan berlangsung di Bali bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wartawan ekonomi dan bisnis mengenai kebijakan, fungsi, dan tugas pokok dan peran Bank Indonesia dalam pengembangan ekonomi kedepan terutama terkait sektor wisata.
Menurutnya, pilihan tempat Bali tentu melalui pertimbangan kebutuhan, selain itu karena Bali berbeda karateristiknya dengan perekonomian di Sumsel.
Perekonomian di Sumsel berasal dari komoditas perkebunan sawit dan karet.
“Nah kalau kita bicara tentang capaian Perekonomian Sumsel di Triwulan I saat ini sebesar 5,68% berada diatas regional dan nasional, kita harapakan ini akan semain baik,” katanya di sela acara Capacity Building wartawan ekonomi dan bisnis Sumsel 2019, Kamis (20/06/2019).
Harapannya setelah melakukan kegiatan di Bali, akan menambah kemampuan bagi para wartawan ekonomi dan bisnis Sumsel dalam mengembangkan tulisan sektor wisata selain komoditas yang sudah ada saat ini.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Causa Iman Karana menjelaskan Bali sangat mengandalkan sektor wisata, oleh karenannya itu tetap terus dijaga serta dikembangkan.
“Perekonomian di Bali sangat tergantung dari pariwisata, semakin tinggi wisatawan yang berkunjung di Bali maka perekonomian di Bali akan terus tumbuh,” katanya.
Untuk tetap menjaga semua itu, pihak Bank Indonesia Provinsi Bali sendiri telah mengadakan survei mengenai perilaku wisatawan mancanegara terkait komplain tentang kemacetan dan persoalan sampah.
Dari hasil kajian growth strategy yang dilakukan oleh Bank Indonesia Provinsi Bali, ada beberapa sektor perekonomian yang harus terus didorong seperti pertanian dan perkebunan dan sektor ekonomi kreatif.
”Kita juga ke depan sudah melakukan persiapan untuk mengembangkan sektor lain yang saling berkaitan selain sektor wisata,” pungkasnya. (adi)











