Bertemu Ketua Parlemen Belanda, Ketua DPR  Singgung Kritik Terhadap Persoalan Papua

Kamis, 6 Oktober 2022
Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Speaker of the Senate of the Netherlands, Jan Anthonie Bruijn.

Jakarta, sumselupdate.com – Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Speaker of the Senate of the Netherlands, Jan Anthonie Bruijn. Dalam pertemuan dengan Ketua Parlemen Belanda itu, Puan menyinggung sejumlah hal termasuk isu Papua yang kerap dikritik negara kincir angin tersebut.

Pertemuan antara Puan dan Ketua Parlemen Belanda digelar di sela-sela the 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022). DPR menjadi tuan rumah dalam pertemuan pimpinan parlemen negara G20 itu.

Bacaan Lainnya

“Hubungan diplomatik Indonesia dan Belanda memiliki sejarah  panjang dan telah melalui berbagai pasang surut. Namun, kita patut mensyukuri karena saat ini hubungan Indonesia dan Belanda semakin harmonis di berbagai bidang prioritas,” ujar Puan saat bertemu Jan Anthonie Bruijn.

Bidang prioritas yang dimaksud antara lain perdagangan dan investasi, pertahanan dan keamanan, pengelolaan sumber daya air, kemaritiman, dan infrastruktur.

Menurut Puan, Belanda merupakan salah satu negara mitra dagang utama dan juga mitra penanaman modal atau investasi penting bagi Indonesia.

“Joint Declaration on Comprehensive Partnership yang disepakati sejak 2013 telah berimbas pada peningkatan kerja sama kedua negara di banyak bidang secara komprehensif,” tuturnya.

Dia juga menyoroti interaksi Indonesia dan Belanda yang akhir-akhir ini semakin intensif, baik pada tingkat kepala negara/pemerintahan, menteri, dan pejabat pemerintah, dan delegasi bisnis. Nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Belanda  tahun 2021 pun meningkat hampir 40 persen dibandingkan tahun 2020.

“Belanda merupakan jembatan Indonesia ke kawasan Uni Eropa. Kami sangat mengapresiasi sikap Belanda terhadap isu pelarangan minyak sawit dengan mengedepankan dialog dan kerja sama,” jelas Puan.

“Begitu pula dengan dukungan Belanda dalam mempercepat perundingan Indonesia – Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUE-CEPA) yang saat ini telah memasuki putaran yang ke-11,” tambahnya.

Puan yang mewakili DPR RI menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Pemerintah Kerajaan Belanda, termasuk Parlemen Belanda, terhadap keutuhan wilayah Indonesia.

Dikatakan, Indonesia memiliki komitmen tinggi memajukan dan melindungi hak asasi manusia di Indonesia. Termasuk, di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Indonesia sangat terbuka untuk berbagi dan bertukar pandangan dengan mitranya, dalam dialog yang konstruktif,” tegasnya.

Melalui kerja sama antarparlemen di forum internasional, termasuk melalui Inter-Parliamentary Union (IPU), Puan menilai DPR RI dan Parlemen Belanda juga perlu memainkan peran diplomasi parlemen.

“Termasuk ikut mengupayakan terwujudnya perdamaian dan keamanan internasional, termasuk ikut mengupayakan penyelesaian damai atas perang yang terjadi di Ukraina,”katanya.

Selain dengan Ketua Parlemen Belanda, Puan uga melakukan pertemuan bilateral dengan Ketua DPR Turki, Mustafa Sentop. Dalam kesempatan itu, ia menyebut Turki sebagai sahabat lama dan mitra strategis yang saling memiliki kelebihan di kawasannya masing-masing.

“Hubungan Indonesia dan Turki memiliki sejarah yang sangat panjang, jauh sebelum diformalkan pada tahun 1950 yaitu sejak tahun 1479 melalui Pengukuhan Raden Patah sebagai Khalifatullah in Tanah Jawi oleh Sultan Turki,” kata Puan.

Terkait kerja sama antara Indonesia dan Turki, DPR pun memandang industri pertahanan menjadi salah satu bidang kerja sama yang sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk itu, Puan berharap agar perjanjian kerja sama kedua negara lebih diintensifkan dengan harapan dapat memperkuat kolaborasi dan menjajaki bidang kerja sama baru di bidang industri pertahanan.

“Karena kedua negara memiliki kemampuan industri pertahanan yang berbeda dan saling melengkapi. DPR juga mendukung kesepakatan kedua negara yang akan mengembangkan join production untuk produk lain, seperti Marine Assault Vehicle dan pesawat terbang,” urai mantan Menko PMK tersebut.

Selain itu, Puan mendorong agar finalisasi dan rencana penandatanganan Defence Cooperation Agreement antara Indonesia dan Turki dapat segera diselesaikan.

Dalam pertemuan dengan pimpinan parlemen Belanda dan Turki, Puan menyinggung pentingnya kerja sama yang berfokus pada sektor yang selama ini belum diperkuat. Khususnya dalam bidang-bidang yang menjadi isu prioritas P20..(duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.