Tenggarong, Sumselupdate.com – Sriwijaya FC dipaksa menelan pil pahit usai ditaklukan tuan rumah Mitra Kukar dengan tiga gol tanpa balas dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-16 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Rabu (18/7/2018).
Usai laga, Asisten Pelatih Sriwijaya FC, Francis Wawengkang mengucapkan selamat atas kemenangan Mitra Kukar, terlebih ketakutanya saat laga kandang ini terbukti bahwa anak asuhnya harus menelan kekalahan dengan skor cukup telak.
“Pemain kurang recovery karena waktunya cukup singkat. Saya kira itulah penyebab kekalahan kita kali ini. Tentunya kita akan menyiasati ini agar pertandingan lawan Arema nanti fisik pemain tidak jeblok seperti saat ini,” ujarnya.
Lanjut eks pemain Persija Jakarta ini, tempo permainan di babak pertama anak asuhnya masih mampu mengimbangi permainan lawan namun selepas jeda turun minum stamina Rizky Dwi Ramadhana dan kolega terlihat sangat terkuras sehingga tidak banyak membuat peluang.
“Seperti pemain bilang tadi, sangat kelelahan di lapangan. Karena kami tidak cukup waktu untuk datang ke sini.Mungkin ini pertandingan yang berat untuk kita.Kita baru tiba jam 1 malam dan sore harinya langsung main.Tapi terlepas dari itu semua selamat untuk Mitra Kukar,” katanya.
Sementara itu, Asisten Pelatih Mitra Kukar Asep Suryadi sangat bersyukur dengan kemenangan ini dan berterima kasih dengan penampilan pasukanya yang ditunjukan ketika menjamu SFC. “Terima kasih dukungan suporter dan lain-lain.Serta anak-anak yang mampu tampil bagus sehingga kita meraih kemenangan,” jelasnya.
Bermain di depan pendukung sendiri, Naga Mekes langsung keluar mengendalikan permainan dan melakukan tekanan. Fernando Rodriguez sudah memberikan ancaman di menit-menit awal, namun beruntung kiper Sriwijaya FC Teja Paku Alam masih mampu mengamankan gawangnya.
Tim tamu merespons lewat aksi striker Alberto Goncalves. Mendapat bola dari tengah, bomber Sriwijaya FC ini berhasil membuat lini pertahanan Mitra Kukra kocar kacir. Sayang penyelesaian akhirnya kurang bagus. Bola tembakannya masih melebar.
Di menit ke-28, Mitra Kukar mendapat peluang emas melalui usaha Hendra Adi Bayauw. Namun, sepakannya dari jarak dekat masih mampu digagalkan kiper Teja Paku Alam. Enam menit kemudian, Sriwijaya coba membalas. Manuchekhr Dzhalilov melepaskan sepakan jarak jauh yang masih mampu digagalkan kiper Gerri Mandagi.
Kerja keras tuan rumah akhirnya berbuah hasil di menit ke-36. Berawal dari serangan balik cepat, Fernando Rodriguez berhasil menyambar masuk umpan terukur yang dilepaskan oleh Hendra Bayauw. Mitra Kukar unggul 1-0. Keunggulan itu bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Mitra Kukar tak menurunkan tempo permainan. Mereka langsung menggebrak melalui serangan cepat dari kedua sayap. Baru dua menit babak kedua tim tuan rumah berhasil menggandakan keunggulan jadi 2-0.
Saepulloh Maulana yang baru masuk di awal babak kedua menggantikan Mauricio Leal, mencatatkan nama di papan skor. Dia berhasil menyambar masuk bola liar dari sepak pojok di dalam kotak penalti Sriwijaya FC.
Keunggulan dua gol membuat pemain Mitra Kukar tambah bersemangat melakukan serangan. Sedangkan Sriwijaya FC masih belum menemukan bentuk permainan terbaiknya setelah hengkangnya beberapa pemain pilar mereka pekan lalu, seperti Hamka Hamzah, Adam Alis dan Makan Konate.
Di menit ke-81, Mitra Kukar memperbesar keunggulan jadi 3-0. Pemain pengganti Septian David Maulana mencetak gol ketiga melalui tembakan keras dari luar kotak penalti. Septian masuk lapangan menggantikan Hendra Bayauw di menit ke-65.
Tak ada gol tambahan tercipta hingga peluit akhir pertandingan berbunyi. Mitra Kukar memenangi laga dengan skor akhir 3-0. (tra)
Susunan Pemain:
Mitra Kukar: Gerri Mandagi (PG); Mauricio Leal (Saepulloh Maulana 46′), Dedi Gusmawan, Wiganda Pradika, Rendy Siregar, Danny Guthrie, Dedi Hartono, Hendra Adi Bayauw (Septian David Maulana 65′), Anindito Erminarno, Bayu Pradana, Fernando Rodriguez.
Sriwijaya FC: Teja Paku Alam (PG); Bio Paulin, Zalnando, Achmad Faris, Marckho Sandi Merauje, Yu Hyunkoo, Zulfiandi, Rizky Dwi Ramadhan, Yogi Rahadian, Alberto Goncalves, Manuchekhr Dzhalilov.











