Baturaja, Sumselupdate.com – Pagar seng terlihat mengelilingi bangunan PT Panen Giat Mandiri. Perusahaan yang bergerak di bidang agen makanan dan minuman ringan, berada di jalan lintas Baturaja – Palembang Desa Terusan Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), diancam Bupati OKU Drs Kuryana Azis akan dibongkar.
Ya, pasalnya baik bupati dan pemerintah desa Terusan tak mengetahui pasti aktifitas di dalam perusahaan tersebut. Padahal perusahaan itu sudah 6 tahun lebih beroperasi.
Di mana dalam kurun waktu tersebut, perusahaan tak memiliki plang perusahaan ditambah dipagar keliling dengan menggunakan seng setinggi 2 meter.
“Ini gudang apa kantor, mana plang perusahaan, dan kenapa dipagar dengan seng,” tanya Bupati OKU Drs H Kuryana Azis yang di dampingi Kades Terusan Tugino kepada karyawan pada Jumat (14/7/2017), kemarin.
Tak panjang basa – basi Bupati OKU langsung perintahkan segera memongkar pagar seng tersebut, dan memasang plang perusahaan agar masyarakat tahu, aktifitas apa yang dilakukan di dalam dan tidak menimbulkan kecurigaan.
“Diberi tempo satu bulan, kalau tidak dibongkar, maka pagar seng tersebut akan di bongkar paksa,” tegas Bupati.
Hal ini ditegaskan Kuryana, mengingat maraknya isu aksi teror yang saat ini merebak di berbagai daerah, bahkan di kesempatan itu juga Bupati sangat menyesalkan tidak ada laporan ke Pemerintah Desa setempat.
“Kan lucu, pihak perusahaan tidak kenal dengan Kades di mana mereka beroperasi,” sesal Kuryana.
Kades Terusan Tugino mengaku, bahwa pihak perusahaan tersebut belum pernah sama sekali melaporkan kegiatan apa yang mereka lakukan semenjak dia menjabat.
“Semenjak saya dilantik menjadi Kades, belum pernah pihak perusahaan tersebut datang ke pemerintah desa, baik itu silahturahmi, maupun melaporkan secara dinas ke desa,” imbuh Tugino.
Sementara itu, Hendri, pihak manajeman perusahaan yang bergerak di bidang agen makanan dan minuman ringan yakni PT Panen Giat Mandiri mengaku akan segera menyampaikan hal tersebut ke pimpinan.
“Hari ini juga akan kita laporkan ke pimpinan, dan minta petunjuk langkah apa yang harus dilakukan,” kata Hendri.
Selanjutnya terkait laporan ke pemerintah desa diakuinya memang semenjak dilantiknya Kades terpilih belum pernah melaporkan kegiatan perusahaan ke pemerintah desa.
“Kalau dengan Kades baru memang belum lapor, tapi kami semenjak berdiri awalnya selalu berurusan dengan kades sebelumnya,” jelas Hendri.
Masih kata Hendri, sehubungan pihak perusahaan saat ini sedang mengalami pailit, belum tau langkah apa yang harus di lakukan, “Semuanya akan kita koordinasikan ke pimpinan sekaligus pemilik perusahaan, karena kita sudah bangkrut dan perusahaan ini akan kita jual. Kalau dalam satu bulan ke depan belum terjual dan berpindah tangan, maka kita akan bongkar pagar tersebut dan akan berkoordinasi dengan pihak desa,” pungkasnya. (wid)











