Laporan: Rahmat Agusman
Martapura, Sumselupdate.com – Kapolsek Martapura, Kompol Tamimi SH MM diganjar penghargaan dari PT Wanakarya Mulya Kahuripan (WMK).
Bukan tanpa alasan, penghargaan tersebut diberikan kepada Kapolsek lantaran keberhasilannya dalam ungkap kasus penganiyaan yang melibatkan karyawannya sebagai korban.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Manager Pabrik PT. WMK dan langsung diterima Kapolsek Martapura Kompol Tamimi SH MM melalui Panit l IPTU Miming Wijaya SE dan Panit lll IPTU Solehuddin pada saat halal bihalal Persatuan Satpam dan Diksar Satpam PT. WMK. di Desa Bunga Mayang, Kecamatan Jayapura, OKU Timur, Selasa, (30/5/2023).
Dalam momen penyerahan penghargaan itu, Divisi Humas PT WMK, Seno mengungkapkan rasa terimakasihnya atas ungkap kasus penganiyaan yang korbannya sendiri merupakan salah satu karyawan dari perusahaan tersebut.
“Saya mewakili pimpinan PT WMK mengucapkan terimakasih kepada Kapolsek Martapura Kompol Tamimi atas pengungkapan kasus penganiyaan terhadap salah satu staf PT WMK,” ungkapnya.
Dimana kasus itu, sambungnya, terjadi sekitar dua tahun lalu. Atas dasar itu, pihaknya memberikan apresiasi kepada Kompol Tamimi dan jajarannya yang berhasil melibas tersangka penganiayaan tersebut.
“Sekali lagi kami sangat berterimakasih atas berhasilnya meringkus tersangka kasus penganiyaan terhadap staf kami. Alhamdulillah juga kasus sudah ada putusan pengadilan. Ini wajib kami apresiasi,” katanya.
Sementara, Kapolsek Martapura Kompol Tamimi SH MM melalui Panit l IPTU Miming Wijaya SE bersama Panit lll IPTU Solehuddin juga mengucapkan terimakasihnya atas apresiasi dari PT WMK. Menurutnya hal ini merupakan sebagai perhatian dari masyarakat.
“Terima Kasih atas penghargaan yang telah diberikan PT. WMK. Penghargaan ini jelas untuk semangat kami, dan menjadi motivasi bagi kami dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” pungkasnya.
Disela-sela acara, IPTU Miming juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap Karhutla. Mengingat kemarau panjang saat ini yang berpotensi terjadi kebakaran lahan.
“Semoga dengan selalu diingatkan membuat kesadaran masyarakat akan semakin tinggi sehingga selalu melakukan pencegahan waspada terhadap ancaman Karhutla,” tutupnya. (**)











