Berebut Emas, 400 Pendekar Indonesia Bertarung di Sumsel

Kamis, 9 Maret 2017
Ketua Pembina Himssi GP Ishak Mekki saat membuka Kejurnas Silat di aula SONS.

Palembang, Sumselupdate.com – Berebut medali emas pada single event Kejuaraan Nasional Seni Silat Indonesia Generasi Penerus, sebanyak 400 pendekar dari perguruan Himpunan Seni Silat Indonesia Generasi Penerus (Himssi GP) bertarung di aula Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS), Kamis (9/3/2017).

Mereka yang mayoritas masih muda ini akan bertanding dalam empat kategori, diantaranya kategori usia dini, pra remaja, remaja hingga dewasa dengan rivalnya dari Jambi, Riau, Lampung, Babel dan lain-lain.

Read More

Usia dini sendiri terdiri dari enam kelas, 3 kelas putra dan putri, pra remaja 10 kelas terdiri dari lima kelas putra dan putri, Remaja 11 kelas terdiri dari enam putra dan putri serta dewasa yang kelasnya sama seperti remaja.

Menurut Ketua Umum Himssi GP Akib, kejuaraan kali ini merupakan upaya untuk mencari bibit-bibit berpotensi dari daerah Sumsel. Regenerasi prestasi yang sempat terputus, membuat para pemegang kebijakan seharusnya sadar dan melakukan usaha agar generasi silat Sumsel tetap terjaga.

“Karena wadah kompetisi juga minim, kami selaku perguruan harus menyediakan itu,” terangnya.

Ia mengatakan, dari kompetisi akan terus menghasilkan bibit-bibit unggul. Dengan demikian, mereka akan giat berlatih karena memiliki tujuan untuk memenangkan suatu kompetisi. Disamping mengejar prestasi.

Selain itu, di kompetisi yang berlangsung hingga Minggu (12/3) juga akan untuk mencari pesilat yang akan menjadi andalan di kejuaraan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pusat.

Belum pasti kapan akan diadakannya, namun ia berharap agar Himssi tidak perlu bersusah payah mencari lagi siapa perwakilan dari perguruan tersebut. “Jadi selain persaingan di dalam kompetisi, mereka juga sedang diseleksi. Hasil seleksi ini akan unjuk kemampuan di kejuaraan yang akan diadakan oleh IPSI ke depan,” ujarnya.

Senada dengan hal di atas, Ketua Pembina Himssi GP Ishak Mekki mengatakan kejuaraan seperti ini sangat penting. Sebab, selain mencari bibit potensial juga berguna untuk menyemarakkan kembali pencak silat sebagai budaya asli daerah.

“Kompetisi ini sangat bagus, untuk mengembalikan nilai-nilai silat kita agar masyarakat tertarik mempelajari budaya asli kita sendiri,” tandasnya. (sbw)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts