Palembang, sumselupdate.com – Dapat Instruksi dari Presiden RI agar Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beli hasil karet rakyat untuk kebutuhan aspal, langsung direspon positif oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V .
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah V Kiagus Syaiful Anwar dalam keterangannya mengklaim pihaknya pasca mendapat instruksi dari Presiden sudah langsung merespon dan menjalankan intruksi tersebut, dan selanjutnya juga sudah melakukan pelelangan untuk pengadaan aspal yang akan digunakan pada tahun depan.
“Tentu merujuk dengan instruksi tersebut, kami langsung adakan pengadaan aspal dari karet berjenis brown crepe dengan lelang senilai Rp23 miliar. Dengan kapasitas 1.248 ton aspal karet. Lalu langkah selanjutnya adalah, kami meminta kepada pemenang lelang, agar merak membeli karet langsung dari petani dengan harga Rp8.000 per kilogram,” ujar Syaiful.
Dijelaskannya untuk ketentuan lain tentu juga perlu menjadi perhatian bersama, misalkan karet yang dibeli dari petani harus menyertai bukti pembelian karet, dilengkapi dengan KTP petani dan nomor rekening petani tersebut. Dan tentu ini adalah syarat untuk BBPJN Wilayah V dalam membayar kepada pemenang lelang.
“Pemenang tender ini dibayar setelah bukti bayar petani ini kami dapati. Kalau petani belum menerima uang pembelian, maka kami tidak bayar pemenang lelang,” tegas Syaiful.
Setelah karet diterima, maka quality control dilakukan oleh Tim Balai Karet Sembawa. Brown crepe yang diterima itu nantinya hanya bisa disimpan selama satu tahun, dan melewati dua kali quality control yakni saat brown crepe disimpan di gudang dan akan dikeluarkan dari gudang penyimpanan.
Diakui Syaiful, sebenarnya BBPJN Wilayah V sudah menerapkan penggunaan aspal karet ini untuk pengerjaan jalan di wilayah kita, khususnya Sumsel. Seperti pada 2018 ini, pihaknya menggunaan aspal karet di ruas Muara Beliti-Tebing Tinggi-Batas Kota Lahat sepanjang 5,4 kilometer.
“Inovasi ini sudah kita pakai, di tahun ini. Jadi bukanlah hal baru. Hanya saja, mekanisme pembelian karet yang berbeda,” ucapnya.
Aspal karet yang dibeli dari petani secara langsung itu akan dipakai untuk pengerjaan jalan 2019. Ia menjelaskan adapun rencana penggunannya di ruas Muara Beliti-Tebing Tinggi-Batas Kota Lahat sepanjang 2,8 kilometer dam ruas Prabumulih-Beringin-Batas OKU-Baturaja sepanjang 17,2 kilometer.
“Pemanfaatan aspal karet ini sekitar 38 ton per kilometer,” ucapnya. Menurutnya, penggunaan aspal karet ini lebih baik dibanding menggunakan aspal biasa. Di antaranya kekuatan jalan akan lebih mumpuni dibanding aspal biasa.
Rencananya, dalam beberapa waktu di tahun mendatang, pihaknya akan menyerap 150.000 ton aspal karet. Artinya penyerapan karet dari petani akan semakin banyak dan ekonomi kerakyatan bagi petani karet akan dirasakan. (adi)











