Laporan Haris Widodo
Palembang, Sumsulupdate.com – Peristiwa kebakaran yang melahap habis rumah kayu berbentuk panggung dan menewaskan bayi perempuan berusia sepuluh hari di Jalan KH Wahid Hasyim, Gang Sekolah, Lorong Terusan 1, Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1, Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (7/3/2022) sekitar pukul 13.00 WIB, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Asmani (30) ayah dari bayi berusia sepuluh hari yang bernama Aisyah menangis histeris seolah tak percaya jika anak ketiganya akan meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.
Pantauan Sumselupdate.com, terlihat Asmani hanya bisa duduk di kasur ruang UGD RSUD BARI Palembang dengan luka perban di tangan kiri, kanan, dan punggung belakang akibat luka bakar yang dideritanya.
“Aku dak tau penyebabnyo apo. Aku balek dari jualan di Pasar Induk Jakabaring. Baru istirahat tidur, tibo-tibo pas bangun api la besak, aku ngakjala keluar. Dan menyelamatkan anak kedua aku,” katanya dengan nada getir saat ditemui di RSUD BARI Palembang.
Sayangnya, anak ketiganya dari sang istri tercinta Yusnaini (30) tidak dapat diselamatkan.
Sebelumnya, peristiwa kebakaran yang dipicu arus pendek listrik mengakibatkan sebuah rumah berbentuk panggung hangus terbakar dan seorang bayi berusia sepuluh hari tewas tepanggang.
Informasi dihimpun Sumselupdate.com peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB dan api baru bisa dipadamkan dua jam setelah kejadian atau sekitar pukul 15.00 WIB.
Menurut penuturan warga, rumah kayu yang hangus dilalap si jago merah itu milik Yusnaini (30). Sedangkan bayi yang tewas terpanggang itu buah hati Yusnaini dan Asmanni.
“Kejadiannya anak aku lihat api muncul dari kabel. Aku lagi shalat waktu kejadian. Pas sudah shalat aku lihat api la besak, di mana di dalam rumah tersebut masih ada satu keluarga yakni Yusnaini, suaminya, dan bayi,” ujar Asmaleni, tetangga korban.
Menurut Asmaleni, melihat kepulan asap disertai munculnya lidah api, sontak membuat warga berteriak api dan pasangan suami istri tersebut terbangun dan keluar dari rumah tersebut.
Sayangnya kobaran api mulai membesar dan melahap sebagian rumah kayu milik mereka dan anak Yusnaini yang masih di dalam rumah tak bisa terselamatkan atau terpanggang api.
“Ibunyo dak sempet nyelamat anaknyo perempuannyo yang baru lahir 10 hari,” ungkap Asmaleni. (**)











