Bayar Nazar, Kakek Lubis Jalan Kaki Dari Medan ke Papua

Pagaralam, Sumselupdate.com – Demi membayar nazar, Kakek Lubis rela melakukan aksi berjalan kaki dari kota Medan ke Papua. Saat ini, Kakek Lubis telah tiba di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan.

Dalam aksi ini, Kakek Lubis memiliki target 12 bulan mengelilingi pulau Sumatera.

Bacaan Lainnya

Jika aksi berjalan kaki yang menempuh puluhan bahkan ratusan kilometer bagi sebagian besar masyarakat merupakan aksi yang di luar nalar, karena sangat beresiko tiggi untuk keselamatan.

Namun hal ini tidak bagi Kakek yang memiliki nama lengkap Fahrizal Lubis, berusia 60 tahun warga asal Tapanuli Selatan, Sumatera Utara ini.

Pensiunan sopir Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu itu juga mengaku sepanjang perjalanan selalu mengumpulkan masker bekas kemudian dibakar.

Untuk memenuhi kesehariannya, Lubis kerap bekerja serabutan. Terkadang ada dermawan yang memberikan bantuan berupa uang kepadanya.

“Saya bicara kepada anak-anak saya bahwa tidak butuh perlindungan, yang saya perlukan hanya do’a. Seringkali merasakan sakit dijalan, jika sepekan berjalan betis ini keras,” ungkapnya.

Aksi di luar nalar akal sehat yang dilakukan Kakek Lubis itu patut menjadi contoh. ‘Janji adalah hutang’, prinsip seorang kakek berkomitmen dengan janji, baik dengan orang lain maupun diri kita sendiri.

Diceritakannya, perjalanan Medan-Papua ini dimulai pada 10 April 2021 lalu, usai Kakek Lubis dinyatakan sembuh dari lumpuh total selama dua tahun tiga bulan.

engan memanggul tas di bahu yang bertuliskan ‘Bayar Nazar Ke Papua NTT dari Medan 10 April 2021’, kakek Lubis tiada henti mengukur jalan.

Lumpuh total yang dialami Kakek Lubis disebabkan oleh tragedi kecelakaan di Tol Cipali, Jawa Barat pada 2018 lalu. Kala itu, Kakek Lubis mengalami koma selama beberapa hari.

“Saya sempat koma selama beberapa hari. Namun saya kuat melewatinya. Setelah sadar dari koma, saya divonis oleh dokter mengalami kelumpuhan total dengan jangka panjang atau seumur hidup,” ungkap Kakek Lubis saat bersilaturahmi di Kantor SatPol PP Kota Pagaralam,.

Ia bercerita, kecelakaan dua tahun silam itu merenggut nyawa istri dan anak bungsunya. Aksi berjalan kaki dari Medan ke Papua merupakan ungkapan rasa syukur karena dapat kembali berjalan pasca mengalami kelumpuhan.

“Jadi bayar nazar bukan keliling Indonesia, tujuannya menemui anak dan cucu saya. Yang merestui bayar nazar ini adalah diri sendiri dan keluarga,” ujarnya.

Hendrik salah satu anggota Satpol PP Kota Pagaralam mengatakan dari banyak obrolan dari beliau.

Ia sangat mengagumi kegigihan kakek lubis tersebut, dimana diusia yang sudah menginjak kepala enam ini seharusnya sudah menikmati hari tua dengan keluarga, namun beliau masih saja memegang prinsip teguh dan komitmen penuh dengan keyakinan dirinya.

“Banyak cerita dari beliau yang menjadi bekal perjalanan hidup kelak, semoga cita-cita beliau berjalan kaki dari Medan sampai Papua tercapai dengan lancar,” harapnya.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.