Baru Dibuka, Obyek Wisata Tebat Jambu Siap Manjakan Wisatawan Lokal dan Nusantara 

Salah satu pengunjung di Tebat Jambu, objek wisata baru yang terletak di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumsel, Minggu (17/1/2021).

PALI, Sumselupdate.com Tebat Jambu, begitulah nama objek wisata baru yang terletak di Desa Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Obyek wisata yang berjarak lebih kurang 30 meter dari Cagar Budaya Nasional Candi Bumi Ayu itu, baru dibuka lebih kurang tiga minggu lalu.

Kendati baru dibuka, namun obyek wisata Tebat Jambu sudah berhasil mencatatkan pengunjung sebanyak 3.000 orang.

Arli Firgianto Amrad (27), pengola wisata Tebat Bambu tersebut menjelaskan, sejak pertama kali dibuka pada 1 Januari 2021, dari catatan pengunjung yang teregister di pintu masuk sudah lebih dari ribuan orang.

“Alhamdulillah, antusias pengunjung yang datang ke tempat kita ini (Tebat Bambu –red) cukup banyak dan sampai ribuan. Dari rekap terakhir itu sudah lebih dari 3.000 yang datang kesini,” jelasnya, Minggu (17/1/2021).

Untuk administrasi dan wisata yang ditawarkan, lanjut pria pecinta olahraga outdoor ini, pihaknya hanya menarik biaya sebesar Rp2.000 per pengunjung, sedangkan parkir dan wisatanya gratis.

“Kita hanya mendata nama pengunjung atau perwakilan rombongan dan tempat asal. Untuk berwisata swafoto di gubuk buatan ataupun di jembatan hutan di atas air maupun untuk bersantai ria kita gratiskan, bahkan kita juga sediakan tikar untuk tempat duduk secara cuma-cuma. Sebenarnya kita juga ada camping ground, tetapi masih terkendala pandemi Covid, jadi belum sepenuhnya dilaksanakan,” bebernya.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa, terciptanya obyek wisata Tebat Jambu itu bermula dari kecenderungan kurangnya wisata alam di wilayah Kabupaten PALI dan menciptakan varian wisata dari wisata Candi Bumi Ayu.

“Kita dan teman-teman lainnya yang tergabung pada pemuda sadar wisata ini merasa resah dengan kurangnya tempat wisata di wilayah kita terutama di Kabupaten PALI. Sehingga, kita memantapkan untuk melakukan hal ini, yang dampaknya juga dirasakan masyarakat lain, dan yang penting masyarakat umumnya di PALI tidak jauh-jauh lagi liburan baik dengan keluarga maupun  dengan temannya,” jelas pria single ini.

Untuk lahan sendiri, dirinya menjelaskan bahwa wisata tersebut terletak di kebun karet yang tak jauh dari aliran anak sungai milik keluarganya sendiri.

“Kalau kebun milik kita sendiri (keluarga Arli, red), tetapi disini kita membangunnya bersama teman-teman dari pemuda sadar wisata dengan modal dan ide kita yang tentunya pembangunannya masih terbatas dan bagi kami masih banyak yang harus dilengkapi,” tuturnya.

Dengan modal pribadi, lanjutnya, tentu masih adanya kendala yang harus di maklumi para pengunjung.

“Kita juga merasa banyak yang kurang dan harus dilengkapi, tetapi tidak menyurutkan kita. Dari administrasi pengunjung kita bisa sedikit demi sedikit melengkapi. Yang paling sulit itu untuk hutan air, karena kita belum bisa mengatur debit air yang ada disebabkan belum adanya bendungan. Lalu, untuk akses dari sanggar seni hanya dapat dilalui roda dua, karena belum adanya jembatan. Semoga pemerintah dapat merampungkan pembangunan dan kita juga lebih mudah berkreasi menambah obyek wisata Tebat Jambu ini,” ungkapnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.