Banyak Warga OKU Belum Lakukan Perekaman e-KTP

Selasa, 31 Juli 2018
E KTP

Baturaja, Sumselupdate.com –  Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) OKU H Ajahar menyebutkan bahwa sampai saat ini masih banyak warganya yang belum melakukan perekaman Katru Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).

Menurutnya temuan di lapangan hasil jemput bola ke desa – desa bahkan jumlah yang belum melakukan perekaman KTPE ini diatas 200 orang.

Read More

“Sungguh mengejutkan melihat kenyataan di lapangan, dengan jemput bola ini kita tahu berapa jumlah warga OKU yang belum perekaman, seperti di Desa Marga Mulya Kecamatan Sinar Peninjauan bisa lebih dari 200 orang yang kita rekam,” ujar H Ajahari, Selasa (31/7/2018).

Sedangkan jumlah real yang baru masuk usia 17 tahun se Kabupaten OKU sebanyak 10 ribu warga yang harus melakukan perekaman. Jika ditambah dengan yang usia di atas 25 tahun hasil temuan di lapangan, jumlahnya bertambah menjadi 16 ribu.

“Dari temuan ini kami akan terus melakukan jemput bola ke setiap Desa, karena banyak warga yang usianya diatas 25-30 Tahun belum perekaman, dan ini harus di tuntaskan,” beber Ajahari.

Proses perekaman KTP jemput bola ini, menurutnya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melengkapi dokumen kependudukan.

“KTP ini sangat penting, kalau tidak ada kendala alat dan pendukung lainnya paling lama 10 hari setelah perekaman sudah selesai, bahkan hasil perekaman jemput bola dari desa langsung di kerjakan pada malam harinya,” tegasnya.

Disamping itu kata Ajahari, untuk mencetak KTP Elektronik tersebut membutuhkan biaya cukup besar, harga satu ribon Rp3,5 juta belum ditambah PPN.

“Satu ribon tersebut untuk mencetak 400 keping KTP, kalau tahun ini yang harus di cetak 16 ribu keping maka kita butuh 400 ribon dengan biaya sekitar Rp160 juta,” jelas mantan Camat Muara Jaya ini.

Lebih jauh Ajahari mengatakan, saat ini pihaknya masih memiliki cadangan 8 buah ribon untuk mencetak sebanyak 3200 keping KTP. “Stok blanko masih ada 7 ribu keping, berarti kita masih kekurangan 10 buah ribon dari jumlah blanko yang tersedia,” katanya lagi.

Meski demikian, pihaknya menargetkan untuk pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden April 2019, pihaknya optimis dan menargetkan semua warga OKU yang wajib KTP sudah perekaman dan KTP nya sudah tercetak.

“Sesuai amanat UU nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, bahwa pemilih harus membawa KTP Elektronik, Insya Allah sebelum April 2019 semua KTP warga OKU sudah tercetak,” tegasnya.

Dikesempatan itu, dirinya mengimbau bagi masyarakat desa yang belum merekam KTP, pihaknya siap untuk turun jemput bola.

“Mekanismenya Kepala Desa atau Lurah membuat surat ke Disdukcapil, nanti akan di jadwal kan dan tiap hari hanya bisa 2 Desa dikunjungi, mengingat peralatan dan personil untuk ke lapangan terbatas, dan juga bagi warga yang merasa sudah lama perekaman tapi KTP nya belum dicetak, silahkan datang ke Kantor Diadukcapil,” pungkasnya. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts