Banyak SD Negeri di Pagaralam Kekurangan Siswa, Ada Hanya Terima 1 Murid, Fenomena Apa Ini?

Writer: - Rabu, 6 Agustus 2025
SD Negeri 71 di Desa Maura Perikan, Kelurahan Gunung Dempo, Kecamatan Pagaralam Selatan hanya menerima satu siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Pagaralam, Sumselupdate.com – Fenomena menurunnya jumlah siswa baru di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan kian memprihatinkan.

Dua Sekolah Dasar Negeri, yakni SDN 71 di Kelurahan Gunung Dempo dan SDN 42 di Kelurahan Tumbak Ulas, hanya mendapatkan masing-masing satu dan dua murid baru pada tahun ajaran 2025/2026.

Read More

Minimnya jumlah penduduk usia produktif dan lokasi sekolah yang tidak strategis disebut menjadi penyebab utama persoalan miris ini.

Realita sepinya murid baru di sejumlah SDN di Kota Pagaralam, bukan lagi isapan jempol semata. SD Negeri 71 di Desa Maura Perikan, Kelurahan Gunung Dempo, Kecamatan Pagaralam Selatan hanya menerima satu siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026.

Kondisi ini bahkan telah berlangsung sejak lebih dari satu dekade terakhir.

Salah satu guru di SD Negeri di Kota Pagaralam mengajar 3 siswa. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

“Ya benar pak, sekolah kami tahun ini hanya mendapatkan satu siswa baru saja. Ini sudah terjadi sejak lama karena sedikitnya warga yang bermukim di sekitar sekolah,” ungkap Plt Kepala SD Negeri 71 Pagaralam, Kusnin, Eabu (6/8/2025).

Menurutnya, wilayah sekitar sekolah didominasi oleh rumah-rumah pegawai PTPN 7. Seiring dengan banyaknya pegawai yang pindah tugas, jumlah warga semakin menurun.

“Bayangkan, jumlah siswa keseluruhan dari kelas I sampai VI hanya 15 orang,” jelas Kusnin.

“Tahun 2008 lalu siswa kami mencapai 110 orang, tapi sejak 2010 terus menurun. Sekarang setiap tahun paling banyak cuma dua yang masuk,” tambahnya.

Tenaga pengajar pun terbatas, hanya 7 orang terdiri dari 2 guru ASN, 4 guru PPPK, dan 3 guru honorer.

Kondisi serupa terjadi di SD Negeri 42 Karang Dapo, Kelurahan Tumbak Ulas, Kecamatan Pagaralam Selatan.

Sekolah ini hanya memperoleh 2 siswa baru tahun ini, meski letaknya berada di pusat kota.

Kepala SD Negeri 42, Elsa, SPd menjelaskan lingkungan tempat sekolah berdiri memang bukan kawasan padat penduduk.

“Tahun ini kami hanya mendapatkan 2 siswa baru. Total siswa dari kelas I sampai VI hanya 18 orang,” cetusnya

“Setiap tahun jumlah siswa terus berkurang, karena masyarakat usia produktif di sekitar sekolah makin sedikit,” tambahnya.

Elsa menambahkan, pihak sekolah telah berupaya melakukan jemput bola hingga menjalin komunikasi dengan PAUD sekitar.

“Kami bahkan menawarkan ruang kelas untuk dipakai PAUD agar setelah tamat bisa melanjutkan ke SD kami. Tapi mayoritas PAUD sudah punya gedung sendiri, jadi upaya ini tidak berhasil,” ungkapnya.

Masalah minimnya siswa juga tidak bisa diatasi hanya dengan kualitas guru, meski menurut Elsa sekolah mereka memiliki guru yang aktif dalam pelatihan-pelatihan.

“Solusinya bukan cuma dari sekolah. Harus duduk bersama antara pihak sekolah, dinas, dan Pemkot Pagaralam untuk mencari solusi. Mungkin bisa dibuat zonasi agar distribusi siswa lebih merata,” tegasnya.

Hal ini turut dibenarkan oleh Tawet, warga sekitar SDN 42 Pagaralam.

“Memang di kampung ini tidak banyak penduduk, terutama yang usia produktif. Setelah menikah, biasanya mereka pindah ke perumnas atau daerah lain,” jelasnya.

Selain SDN 71 dan SDN 42, beberapa sekolah lain yang jumlah siswa barunya sangat sedikit di antaranya SDN 17 Prahu Dipo, SDN 63 Muara Sindang, dan SDN 52 Padang Temu yang masing-masing hanya mendapatkan 3-4 siswa baru.

Padahal, sekolah-sekolah ini memiliki fasilitas yang cukup memadai. Sayangnya, gedung-gedung sekolah tersebut kini tampak tidak termanfaatkan secara maksimal karena kekurangan peserta didik.

Kondisi ini menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan di Kota Pagaralam. Perlu kebijakan strategis dan kolaboratif untuk menjawab tantangan menurunnya jumlah siswa di tengah dinamika demografi yang terus berubah.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts