Bantu Paramedis Tangani Covid-19, Solusi Bangun Indonesia Serahkan 1.000 Unit APD ke Pihak KLHK

Jumat, 15 Mei 2020
Jajaran Manajemen Solusi Bangun Indonesia, berfoto bersama jajaran KLHK yang diwakili oleh Dirjen dan Sekretaris Direktorat PSLB3 sesaat setelah penyerahan bantuan Alat Pelindung Muka (face shield) secara simbolis di Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Jakarta, Sumselupdate.com – Guna memperkuat garda terdepan dalam menangani wabah virus Covid-19 di Indonesia, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) menyerahkan bantuan sebanyak 1.000 unit pelindung wajah (face shield) kepada pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia pada hari ini, Jumat (15/5/2020) di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

Bantuan ini disampaikan langsung oleh Jajaran Direksi SBI kepada Rosa Vivien Ratnawati, Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3).

Read More

Nantinya bantuan ini akan diserahkan oleh pihak KLHK kepada Rumah Sakit yang memerlukan tambahan atau yang belum memiliki alat pelindung wajah.

Kondisi pandemi yang tengah dihadapi saat ini, terus membuat pemerintah mengupayakan langkah-langkah penanganan dan pencegahan yang terbaik agar wabah virus Corona dapat segera tuntas dan masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal.

“Kita perlu untuk menyikapi dan menghadapinya secara bersama agar dapat mencegah bertambahnya pasien positif di Indonesia. Oleh karena itu kami ingin turut berperan serta membantu upaya Pemerintah dengan memberikan perlengkapan medis yang dapat digunakan oleh Paramedis yang bertugas,”  tutur Presiden Direktur SBI, Aulia Mulki Oemar.

Aulia menambahkan, pelindung wajah yang diberikan merupakan hasil karya dari salah satu program kemitraan Perusahaan dengan Politeknik Negeri Jakarta di bidang pendidikan, yang dinamakan EVE program (Enterprise based Vocational Education).

Pelindung wajah ini juga telah diverifikasi oleh dokter perusahaan untuk memastikan perlindungan yang dihasilkan telah sesuai dengan standar yang berlaku.

“Program EVE dibentuk pada pertengahan tahun 2005 sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat khususnya siswa/i lulusan SMA (Jurusan IPA) ataupun SMK yang berasal dari sekitar area operasional perusahaan. Mereka akan mengikuti pendidikan selama 3 tahun untuk mendapatkan ijazah dengan predikat Diploma III (D3). Setelah itu, mereka dapat menggunakan ijazah tersebut untuk melamar pekerjaan di dalam atau di luar perusahaan,” tambah Aulia.

Hingga pertengahan Mei 2020 jumlah pasien positif Corona di Indonesia terus bertambah. Angka ini dapat terus bertambah apabila masyarakat tidak membatasi diri dan mengabaikan imbauan dari pemerintah.

Mewakili Perusahaan, Aulia mengimbau agar masyarakat dapat disiplin dalam menjalankan kegiatan sesuai aturan yang berlaku semasa kondisi pandemik virus Corona.

“Di SBI, kami terus memberikan edukasi kepada karyawan dan masyarakat sekitar area operasional untuk rutin melakukan Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) agar dapat mencegah meluasnya penyebaran wabah virus Corona. Kami juga berharap supaya kita semua benar-benar mengikuti himbauan ini demi kebaikan bersama,” tutup Aulia. (rel) 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts