Laporan Fran Kurniawan
Lubuklinggau, Sumselupdate.com – Sejak bulan Mei penerbangan mulai berkurang akibat dampak pandemi Covid-19, Bandara Silampari yang berada di Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali segera beroperasional.
Kepala Bandara Silampari, Mega Herdiyansyah didampingi Kasubsie Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat, Tri Pono Basuki, Rabu (10/6/2020), mengatakan, saat ini pihaknya sudah membuka pemesanan tiket, meski belum banyak pemesan.
Mega Herdiyansyah mengatakan, jika Bandara Silampari mulai beroperasi nanti, maka seluruh calon penumpang pesawat wajib membawa surat keterangan rapid test non reaktif atau surat keterangan uji tes RT PCR negatif dan identitas diri.
“Ya wajib bawa surat keterangan itu pada saat keberangkatan. Kalau surat keterangan uji tes Reserve Transcription Polymerase Chain Reaction (RT PCR) negatif berlaku tujuh hari dan surat keterangan uji rapid test non reaktif berlaku tiga hari,” ujarnya.
Kemudian, para penumpang diminta lebih awal datang ke Bandara Silampari sebelum keberangkatan, sebab banyak pemeriksaan baik kesehatan maupun dokumen di kondisi yang masih pandemi Covid-19.
“Penumpang dan pengantar dipastikan tetap menggunakan protokol Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah seperti menggunakan masker dan jaga jarak,” katanya.
Diterangkannya, saat masuk ke dalam bandara, calon penumpang harus melalui pemeriksaan protokol kesehatan, seperti dicek suhu tubuhnya oleh petugas menggunakan thermogun, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer di tempat yang disediakan.
“Nah di pintu masuk calon penumpang wajib menunjukkan dokumen identitas diri yang sah dan surat keterangan uji tes RT PCR negatif atau surat keterangan uji rapid test non reaktif,” tegasnya.
Bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas PCR test atau rapid test cukup bawa surat keterangan bebas gejala Covid yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau puskesmas.
“Ketika melakukan pelaporan atau check in, pemeriksaan di security check poin, ruang tunggu keberangkatan sampai ke dalam pesawat, penumpang dimohon untuk tetap memakai masker dan jaga jarak,” katanya.
Menurutnya, penerapan protokol kesehatan Covid-19 bukan hanya diberlakukan pada calon penumpang saja, tapi diterapkan juga kepada seluruh petugas Bandara Silampari.
Setiap melakukan apel pagi, seluruh personel dicek suhu tubuh dan kondisi kesehatannya. Setiap personel yang bersentuhan dengan penumpang wajib menggunakan masker, sarung tangan, dan face shield.
“Walaupun maskapai belum beroperasi, kami mengharapkan calon penumpang sudah mengetahui syarat-syarat untuk melakukan penerbangan. Mari kita jaga kesehatan bersama dan putuskan rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (**)











