Kayuagung, Sumselupdate.com – Guna mengantisipasi personil Satgas Karhutla terkena dampak karbon Monoksida. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendirikan posko layanan kesehatan.
Sebagaimana diketahui jika Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah tempat membuat Satgas berjibaku memadamkan api.
Akibatnya, mereka rentan terkena penyakit pernapasan karena menghirup kabut asap.
Terkait hal tersebut, Dinas Kesehatan OKI bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten OKI turut peduli kepada para
pejuang api ini dengan melakukan pendampingan pada posko-posko pengendalian karhutla.
“Mereka ini rentan terpapar CO (Karbon Monoksida), untuk itu petugas
kita dilapangan disiagakan untuk memeriksa kesehatan personil satgas,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Lubis, SKM, M.Kes, saat dibincangi Sumselupdate.com.
Lubis menjelaskan jika CO (Karbon Monoksida) lebih dari 10 ppm, berada
di tingkat hati-hati. Sekitar 1-9 ppm, dan 19 orang masih normal. “Kita periksa jangan sampai diatas 10 ppm,” ujar Lubis.
Dikatakannya, jika terpapar gas karbon monoksida maka direkomendasikan
untuk beristirahat selama kurang lebih 2 minggu. Dan diberikan asupan gizi yang baik.
“Alhamdullilah sementara anggota masih sehat, walau ada beberapa yang masih ngeluh kecapekan,” terangnya seraya menambahkan pihaknya merekomendasi satgas bekerja secara bergantian. (ban)











