Musi Rawas, Sumselupdate.com – Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Musi Rawas (Mura), Tohirin, meminta dan menghimbau kepada pengusaha kolam untuk memanfaatkan air dengan memperhatikan para petani sawah. Jangan sampai, akibat pengelolaan air yang tidak tertib para petani sawah merugi, atau gagal panen.
“Tidak itu saja, kalau area persawahan semua beralih ke tanam pertanian lain. Wilayah kita tidak lagi jadi lumbung pangan, dan itu jelas merugikan daerah, khususnya masyarakat Kabupaten Mura,” ujarnya, Minggu (6/10/2019).
Dia mengakui tidak ada masalah dengan suplai air di saluran irigasi yang ada di wilayah Mura, terhadap area persawahan. Bahkan, wilayah Mura merupakan lumbung pangan, yang dipersiapan untuk menyuplai beras untuk wilayah Provinsi Bengkulu dan Jambi. Karena, area persawahan dilokasi tersebut tidak memadai.
“Suplus beras kita ada di peringkat lima di Provinsi Sumsel,” katanya.
Dia mengakui, memang saat ini petani sawah kerap dipusingkan dengan minimnya suplai air di saluran irigasi. Padahal, bila dikalkulasikan suplai air tersebut cukup untuk mengaliri area persawahan.
Namun faktanya, ketika musim kemarau area persawahan masyarakat tidak lagi mendapat aliran air. Sehingga, tidak sedikit lahan persawahan yang mestinya ditaman padi, malah ditaman palawija.
“Ini merupakan masalah klasik, dan mestinya tidak boleh terjadi. Karena, suplai air kita cukup untuk mengaliri itu. Kuat dugaan air habis oleh pengusaha kolam, yang tidak tertib dalam melakukan pengelolaan air,”jelasnya.
Maka dari itu, kedepan pihaknya menghimbau kepada para pengusaha kolam untuk memanfaatkan air, dengan memperhatikan para petani sawah. Jangan sampai, akibat pengelolaan air yang tidak tertib para petani sawah merugi, atau gagal panen.
Sementara itu, ketua Pemuda Mandala Trikora (PMT) Kabupaten Mura, Mirwan, menjelaskan memang harus ada tindakan tegas terhadap para petenak ikan yang nakal. Karena, ulah mereka dapat mengurangi air untuk area persawahan.
“Harus ada tindakan tegas terhadap para peternak ikan. Jangan sampai ulah mereka merugikan daerah. Sebab, kita harus mempertahankan Mura sebagai wilayah lumbung pangan, yang sudah jadi anugrah dari Allah,”pungkasnya.(Ain)











