Laporan Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) bersiap untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum kerjanya.
Bentuk keseriusan ini di mana digelarnya Apel Pasukan dan Perlengkapan dalam rangka penanganan karhutla yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri di halaman Mapolda Sumsel, Jumat (12/6/2020).
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, untuk mitigasi atau mengurangi risiko dan dampak bencana karhutla, pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Demi suksesnya program sosialisasi pencegahan karhutla, menurut Kapolda, pihaknya menurunkan sebanyak 385 personel.
Sedangkan di daerah, Kapolda mengatakan, pihaknya mempersiapkan sebanyak 1.500 personel yang diambil dari masing-masing polres sebanyak 100 orang.
Jenderal bintang dua ini mengatakan, Polda Sumsel saat ini fokus terhadap sepuluh daerah yang dianggap rawan karhutla.
Kesepuluhan daerah itu masing-masing Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muaraenim, Ogan Komering Ulu (OKU), Kabupaten OKU Timur, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musirawas (Mura), dan Kabupaten Musirawas Utara (Muratara).
Pastinya, kata Kapolda, kewaspadaan terhadap karhutla sangat penting karena BPBD Sumsel telah mencatat adanya 13.946 titik panas sejak Januari hingga Oktober 2019.
Sedangkan 46 kasus karhutla yang terjadi pada 2019 sudah masuk ke tahap P21. (**)











