Jakarta, Sumselupdate.com – Gedung DPR santer disebut-sebut sebagai lokasi sasaran pendemo pada 25 November. Pengamanan di pintu masuk Kompleks Parlemen tetap diperketat meskipun polisi menyebut belum ada pemberitahuan demo hari ini.
Seperti dilansir detik.com, Jumat (25/11/2016) sekitar pukul 7.35 WIB, sejumlah petugas keamanan nampak melakukan pemeriksaan kartu identitas baik di pintu masuk untuk kendaraan roda empat, kendaraan roda dua atau untuk pejalan kaki.
Dua unit kendaraan yang berisi kawat berduri juga disiagakan untuk pengamanan. Ratusan pasukan Pamdal tampak melakukan apel pagi seperti biasanya.
Sedangkan sejumlah personel kepolisian mulai memasuki kompleks parlemen menggunakan motor bebek, tampak mereka membawa tongkat pentungan. Namun, jumlah kendaraan bermotor maupun pejalan kaki belum tampak ramai yang memasuki lokasi ini.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono, sebelumnya menegaskan kepolisian belum menerima pemberitahuan hingga pagi hari ini.
Awi kemudian memaparkan 15 rencana kegiatan yang akan digelar di Jakarta Raya. Di antara 15 kegiatan itu, tak ada rencana kegiatan unjuk rasa di depan Gedung Parlemen. Meski begitu, personel kepolisian tetap dikerahkan untuk berjaga-jaga.
Hal senada disampaikan Sekjen DPR Winatuningtyastiti. “Saya belum tahu, karena belum terima surat izinnya sampai hari ini,” katanya.
Sebagai antisipasi pengamanan, sebanyak 1.288 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan. Rincian personel keamanan terpampang di Pos Pengamanan Objek Vital Gedung MPR/DPR. (pto)











