Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) harus melakukan Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) sebelum melakukan penimbunan lokasi pembangunan sirkuit MotoGP di Jakabaring Palembang.
“Pemprov Sumsel harus melakukan Analisis Dampak Lingkungan yang memadai, agar tidak terjadi banjir dan dampak lainnya, mengingat wilayah Jakabaring adalah wilayah resapan air. Karena sebagaimana kita ketahui, wilayah Plaju dan Kertapati terjadi banjir sejak pembangunan besar-besaran di wilayah Jakabaring,” kata Susilawati, Jurubicara Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumsel dalam rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (14/11/2016).
Selain soal Amdal kata Susilawati, surat perjanjian built operate transfer (BOT) sirkuit MotoGP harus dilakukan transparan dan diketahui oleh DPR dan masyarakat luas.
“Kami juga mempertanyakan penggunaan dana APBD, sebesar Rp10 miliar untuk penimbunan lahan sirkuit MotoGP, karena sejak awal Pemprov menyatakan bahwa pembangunan sirkuit itu murni dibangun oleh pihak ketiga,” kata Susilawati.
Pada kesempatan itu, Partai Gerindra juga mengkritisi soal kerusakan jalan yang disebabkan oleh pembangunan light railway transit (LRT). Kontraktor harus memperbaiki jalan yang rusak akibat pembangunan LRT tersebut.
“Kami minta jalan-jalan terdampak pembangunan LRT kembali mulus seperti semula,” ujar Susilawati.
Soal kemacetan luar biasa di Kota Palembang, terutama di jam-jam sibuk, Susilawati mengatakan, Pemprov Sumsel, harus menempatkan petugas dari dinas perhubungan yang bekerja sama dengan Satlantas Kota Palembang di titik-titik kemacetan secara kontinyu.
Terkait rencana penimbunan lokasi pembangunan sirkuit MotoGP di Jakabaring, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, penimbunan akan dilakukan pihak ketiga.
“Untuk ganti rugi kalau ada yang menghuni di sana mesti kita terima clear and clean. Kita mengeluarkan 10, 15, 20 miliar tapi dapatnya hampir 1 triliun. Kalau getah basah (pelit) mana jadi. Untuk penimbunan turun dari Rp50 miliar jadi Rp10 miliar dan Rp40 miliar bisa digunakan dengan yang lain,” kata H Alex Noerdin usai rapat paripurna DPRD Sumsel. (ery)











