Medan, sumselupdate.com- Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, merasa prihatin terhadap tingginya angka pengangguran lulusan SMK di Sumatera Utara. Hal tersebut disampaikan Netty usai mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara dalam kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke Medan, Rabu (16/4/2025).
“Dari paparan Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan, kita mendapati lulusan SMK menempati hampir delapan persen lebih dari jumlah pengangguran di Sumatera Utara. Ini sangat memprihatinkan karena dulu kita punya jargon bahwa lulusan SMK bisa langsung kerja,” ujar Netty.
Menurut Netty, kondisi ini harus menjadi perhatian serius bagi Kementerian Ketenagakerjaan dan pemerintah daerah agar segera membangun sistem link and match antara pendidikan vokasi dunia usaha dan dunia industry (DUDI).
Dikatakan, ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan lapangan kerja menjadi salah satu penyebab tingginya pengangguran tersebut.
Lebih lanjut, Netty menyinggung peran Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersebar di berbagai daerah, baik milik pusat, pemerintah daerah, maupun komunitas.
Dia menilai BLK perlu direvitalisasi agar mampu melakukan reskilling dan upskilling terhadap tenaga kerja, khususnya lulusan SMK.
“Kita punya banyak BLK. Tapi apakah mereka sudah sesuai dengan kebutuhan industri hari ini? Harusnya BLK bisa memberikan sinyal keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” tuturnyai.
Tak hanya itu, Netty juga menyoroti rendahnya semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda Sumatera Utara.
Dia menilai penting untuk mencari akar persoalan dari rendahnya minat berwirausaha, terlebih di tengah era disrupsi dan otomatisasi kerja berbasis teknologi.
“Di era disrupsi ini, banyak jenis pekerjaan yang hilang karena teknologi. Tapi di sisi lain, ada juga peluang baru. Maka perlu ada pemetaan pekerjaan apa saja yang tergerus, dan pekerjaan mana yang masih dan akan tetap dibutuhkan, khususnya bagi generasi milenial,” tegas Netty Aher ini.











