Anggota Komisi IX DPR RI: Pendekatan Penanganan Stunting Perlu Diubah

Jumat, 1 Maret 2024
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher.

Bintan,sumselupdate.com – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengatakan,  masalah penurunan tingkat stunting di Indonesia khususnya di Kabupaten Bintan. Perlu diubah pendekatan dari menurunkan stunting menjadi mencegah penambahan stunting baru.

“Kita sudah sepakat  diksi menurunkan stunting harus diluruskan, diganti dengan mencegah penambahan stunting baru. Karena menurunkan stunting ternyata tidak mudah,” ujar Netty Prasetiyani usai mengikuti  Kunjungan Kerja Masa Reses Komisi IX DPR RI di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (28/02/2024)

Read More

Menurut Netty, salah satu kendala yang dihadapi adalah tidak adanya dukungan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terhadap Pangan Olahan Untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK). Hal ini membuat keluarga yang memiliki balita stunting harus membeli PKMK secara mandiri, memberikan beban tambahan bagi mereka.

“Sangat penting bagi kita untuk mengubah paradigma ini, karena menurunkan stunting tidak semudah yang kita bayangkan,” katanya.

Politisi PKS itu menyebut  peran Pemerintah Daerah (Pemda) penting  memperkuat fungsi keluarga.

Baca juga : Perluas Jangkauan Tayang,  TVR Parlemen Gelar Acara TVR Days di UGM

Banyak persoalan seperti kesehatan, ketenagakerjaan, dan rendahnya tingkat pendidikan sebagian besar dapat diatasi jika fungsi keluarga diperkuat dengan baik.

“Keluarga harus menjadi landasan utama  menjaga pola asupan dan asuhan yang sehat bagi anggotanya,” jelasnya.

Dikatakan, perlu juga pemahaman  lebih baik dari kepala keluarga mengenai peran dan fungsi keluarga memastikan kesejahteraan anggota keluarga, terutama dalam pola asupan dan asuhan yang tepat.

Baca juga : Wakil Ketua Komisi X DPR RI: Sekolah Harus Mendapatkan Sanksi  Atas Pelanggaran Hukum di Lingkungan Pendidikan

Dia menambahkan,  tantangan ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang komprehensif  menangani masalah stunting dan memperkuat fungsi keluarga di Indonesia.

“Nah, hari ini yang  menjadi tantangan  ternyata banyak keluarga kita, kepala keluarga kita,  belum memahami fungsi keluarga  menyelenggarakan pola asupan dan asuhan keluarga,” paparnya (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts