Bintan,sumselupdate.com – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mengatakan, masalah penurunan tingkat stunting di Indonesia khususnya di Kabupaten Bintan. Perlu diubah pendekatan dari menurunkan stunting menjadi mencegah penambahan stunting baru.
“Kita sudah sepakat diksi menurunkan stunting harus diluruskan, diganti dengan mencegah penambahan stunting baru. Karena menurunkan stunting ternyata tidak mudah,” ujar Netty Prasetiyani usai mengikuti Kunjungan Kerja Masa Reses Komisi IX DPR RI di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (28/02/2024)
Menurut Netty, salah satu kendala yang dihadapi adalah tidak adanya dukungan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terhadap Pangan Olahan Untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK). Hal ini membuat keluarga yang memiliki balita stunting harus membeli PKMK secara mandiri, memberikan beban tambahan bagi mereka.
“Sangat penting bagi kita untuk mengubah paradigma ini, karena menurunkan stunting tidak semudah yang kita bayangkan,” katanya.
Politisi PKS itu menyebut peran Pemerintah Daerah (Pemda) penting memperkuat fungsi keluarga.
Baca juga : Perluas Jangkauan Tayang, TVR Parlemen Gelar Acara TVR Days di UGM
Banyak persoalan seperti kesehatan, ketenagakerjaan, dan rendahnya tingkat pendidikan sebagian besar dapat diatasi jika fungsi keluarga diperkuat dengan baik.
“Keluarga harus menjadi landasan utama menjaga pola asupan dan asuhan yang sehat bagi anggotanya,” jelasnya.
Dikatakan, perlu juga pemahaman lebih baik dari kepala keluarga mengenai peran dan fungsi keluarga memastikan kesejahteraan anggota keluarga, terutama dalam pola asupan dan asuhan yang tepat.
Dia menambahkan, tantangan ini membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang komprehensif menangani masalah stunting dan memperkuat fungsi keluarga di Indonesia.
“Nah, hari ini yang menjadi tantangan ternyata banyak keluarga kita, kepala keluarga kita, belum memahami fungsi keluarga menyelenggarakan pola asupan dan asuhan keluarga,” paparnya (duk)











