Anggota Komisi IX DPR: Perpres MBG Jadi Pijakan Penting Perkuat Regulasi

Writer: - Rabu, 29 Oktober 2025
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher. (Foto; Sumselupdate.com/Humas DPD RI).

Jakarta, Sumselupdate.com – Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher mendukung pemerintah  memfinalisasi Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dia juga mendorong agar Perpres tersebut segera diimplementasikan di lapangan. Kehadiran Perpres MBG akan menjadi dasar penting dalam memperkuat regulasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia.

Read More

“Perpres MBG akan menjadi pijakan hukum penting agar pelaksanaan program lebih tertib, transparan, dan menjamin makanan aman, bergizi serta memenuhi standar kesehatan,” kata Netty di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Seperti diketahui, Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum kunjung diteken Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang mengungkapkan alasan keterlambatan penerbitan Perpres karena masih ada penyesuaian berulang terhadap dinamika di lapangan dan peningkatan standar keamanan pangan.

Meski begitu, BGN memastikan Perpres Tata Kelola MBG akan segera dirilis setelah seluruh substansi terkait tata kelola, penerima manfaat, dan mekanisme pengawasan disesuaikan dengan kondisi faktual di lapangan.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi juga memastikan  proses penyusunan Perpres Tata Kelola MBG hampir rampung. Mensesneg mengatakan, pemerintah memilih untuk tidak terburu-buru agar hasil Perpres tentang MBG tersusun matang dan komprehensif.

Netty pun menyambut baik kepastian pemerintah yang menyebut Perpres tentang Tata Kelola MBG sudah hampir rampung.

Ia berharap proses finalisasi Perpres MBG dapat segera diselesaikan dan disosialisasikan pada publik agar implementasi di lapangan memiliki kepastian hukum yang kuat.

“Kami mendorong agar Perpres ini segera disosialisasikan sehingga pelaksanaan program di daerah memiliki acuan yang jelas dan seragam. Hal ini penting agar tujuan besar pemerintah dalam meningkatkan gizi anak dapat tercapai,” kata Netty.

Dia menilai, Perpres MBG seyogyanya memuat tentang ketentuan teknis, seperti waktu produksi makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ketentuan tersebut akan menjadi upaya menjaga mutu, kebersihan, dan kesegaran makanan bagi penerima manfaat.

“Kita memahami setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan berbeda. Karena itu, penting agar pelaksanaan kebijakan nanti memberi ruang adaptasi, agar berjalan efisien dan sesuai kebutuhan di lapangan,” tuturnya.

Dia mengingatkan esensi utama program MBG  meningkatkan gizi anak serta menjamin keamanan pangan.

Dia juga menekankan pentingnya memperhatikan kesejahteraan dan keselamatan kerja petugas dapur yang berperan langsung dalam penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak.

“Para petugas dapur adalah garda terdepan penyedia gizi anak-anaku kita. Mereka juga perlu mendapatkan dukungan kesehatan kerja dan lingkungan kerja yang aman,” tegas Netty.

Dia mendorong agar pemerintah memperkuat pendampingan teknis, peningkatan fasilitas, dan pengawasan terpadu dengan melibatkan berbagai pihak seperti BPOM, Dinas Kesehatan, Badan Gizi Nasional, dan masyarakat.

“Kunci keberhasilan program ini adalah kolaborasi. Pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat perlu bergandengan tangan agar pelaksanaannya memberi manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak Indonesia,” paparnya.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts