Anggota Dewan Sebut Penjualan LKS Oleh Sekolah Haram Hukumnya

ketua komisi 1 DPRD OKU, Yopi Sahrudin

Baturaja, Sumselupdate.com – Terkait maraknya penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS), yang dilakukan sekolah yang berada di wilayah Ogan Komering Ulu, disikapi beberapa anggota Dewan Perwakilan Daerah (OKU) secara tegas.
Hal tersebut menurut beberapa anggota dewan menyalahi aturan yang berlaku.

“Haram hukumnya jelas tidak dibolehkan,” kata ketua komisi 1 DPRD OKU, Yopi Sahrudin, Selasa (9/8).

Mengapa demikian kata Yopi, sebab sudah jelas penjualan buku termasuk LKS tidak diperbolehkan baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi apalagi dana bos sudah diberikan untuk membantu operasional sekolah.

Menjamurnya sekolah yang menjual LKS inipun sangat disayangkan pihaknya, sebenarnya kata Yopi, hal ini sudah menjadi rahasia umum ketika Dinas pendidikan tidak mengetahui dan pihak sekolah menyangkal menjual itu.

Harusnya mereka (Disdik dan Sekolah red) bisa menyelesaikan jangan saling lempar yang pada akhirnya menyulitkan orang tua siswa.

“Yang tidak mampu gimana coba?, Lagian juga kesepakatan antara komite dan orang tua siswa tidak ada yang membolehkan membeli LKS dan itu namanya penjualan haram jika masih dilakukan,” imbuh Yopi.

Hal senada diungkapkan Anggota dewan dari fraksi PKB, Yudi Purna Nugraha, seharusnya kata Yudi Diknas harus mengambil tindakan nyata akan maraknya penjualan LKS yang sangat dikeluhkan para orang tua siswa.

“Diknas harus ngambil tindakan kalau membiarkan itu artinya membenarkan adanya penjualan LKS itu,” ucap anggota dewan termuda itu.

Untuk itu para anggota dewan ini, meminta secara tegas Disdik mengkaji ulang sekolah yang terlibat penjualan LKS dan ada solusinya.

“Kamu akan menanyakan hal ini terhadap Disdik, mengapa bisa demikian,” tambah Yopi.

Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan saat dikonfirmasi inibmengaku belum mengetahui adanya penjualan LKS yang menjadi buah bibir orang tua siswa.

“Kira belum tau,” kata Kadin Disdik Mahyudin Helmi, saat ditanya wartawan.(Yan)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.