Anak Meninggal Dunia, Istri Oknum Kades SS Gugat Cerai ke Pengadilan

Minggu, 5 Juni 2022
AY (31), Kepala Desa di Kabupaten Muaraenim.

Laporan: Henny Primasari

Indralaya, Sumselupdate.com – Wanita dengan inisial SS (30), warga Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, tak pernah membayangkan nasib rumah tangga yang dibinanya bersama AY (31), Kepala Desa di Kabupaten Muaraenim, saat ini sedang berada di ujung tanduk.

Read More

Anak semata wayang berusia delapan bulan meninggal dunia. Anak dari dari rumah tangga dari mereka jalani 1 tahun 5 bulan,  diduga tidak mendapatkan perhatian dari sang ayah. SS menduga, ayah dari putranya itu hanya mempedulikan tugasnya sebagai seorang oknum kades.

“Memang anak kami menderita sakit sejak awal Januari 2022 dan dokter memvonis anak kami terkena TB Paru kronis, dan harus dibantu alat pernapasan untuk bernapas. Selama dirawat, jarang suami saya membantu menjaga anaknya di rumah sakit,” kata SS sedih kepada pewarta di rumahnya, Minggu (5/6/2022).

Tak hanya menjaga sang anak yang sedang sakit, menurut SS, sang suami pun kurang mencukupi biaya perawatan dan juga uang nafkah sehari-hari kurang untuk dirinya, anak serta adik dari AY yang menjadi tanggungan mereka.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, SS terpaksa harus meminjam uang ke orangtua kandungnya. Ditambah lagi, ulah sang suami yang sering ‘main cewek’ atau selingkuh menambah sakit hatinya selama berumah tangga dengan AY.

“Maka dari itu, saya sudah mantap ingin bercerai dengan dia. AY itu tidak peduli dengan keluarga. Gugatan cerai sudah saya sampaikan ke Pengadilan Agama Kayuagung pada Mei 22 lalu. Besok, agendanya sidang mediasi,” lanjut SS sembari berlinangan air mata.

Bahkan menurutnya, sang suami juga masih banyak hutang kepada keluarganya mulai dari emas kawin 1,5 suku yang hingga kini tak kunjung dibayar, emas 2 suku milik kakak kandung SS dan uang Rp4 juta milik ibunya SS belum dikembalikan, dan digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari hari.

Tidak hanya itu AY dengan tega meminjam uang tabungan anaknya sebesar Rp600.000 yang katanya mau di ganti dua kali lipat, namun kenyataan uang tersebut sampai sekarang belum dikembalikan. Uang tersebut digunakan untuk transportasi ke desanya Tanjung Baru.

“Saya tidak sudi lagi menjalin rumah tangga dengan AY terlalu banyak sakit saya, siksaan batin yang di berikan AY kepada dirinya sangat kejam. Naudzubillah Minzalik, saya hanya ingin bercerai dan fokus mencari pekerjaan baru serta menata masa depan saya pribadi,” ujarnya.

Sementara itu, oknum Kades AY yang sempat dihubungi, membantah keras tuduhan dituduhan yang dilontarkan sang istri

“Saya itu kemarin masih kasih uang buat dia, ada yang Rp500.000 kemudian Rp800.000, ada Rp2,5 juta untuk nafkah dan beli baju untuk lebaran Idul Fitri. Saya cari uang untuk anak istri. Tidak ada selingkuh, saya setia, soal anak saya urusilah walaupun saya juga kerja sebagai Kades. Ini rumah tangga kami, tolong hargai mohon doanya agar kami tetap bersama, langgeng, janganlah buat begini. Yang jelas saya ingin mempertahankan rumah tangga ini. Soal hutang piutang pasti dibayar, biasalah hutang piutang itu,” katanya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts