Aman Pangan, Sembilan Sekolah di Muba Diganjar Penghargaan

Kamis, 19 Desember 2019
Penyerahan Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah (PBKPKS) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Sekayu, Sumselupdate.com – Sembilan sekolah di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) diganjar penghargaan berupa Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah (PBKPKS) oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Penghargaan itu diberikan lantaran sembilan sekolah tersebut mampu menerapkan prinsip dasar keamanan pangan yang terdiri dari hygiene pengilah pangan, penanganan dan penyimpanan pangan, pengendalian hama, sanitasi tempat, dan peralatan.

Read More

Adapun sembilan sekolah yang mendapatkan penghargaan itu yakni SMP N 6 Sekayu, SMP N 1 Lais, SMP N 1 Babat Toman, SMP N 1 Sungai Lilin, SD N 1 Lais, SD N 3 Sekayu, SD N 8 Sekayu, SD N 1 Babat, dan SDN 1 Sungai Lilin.

“Ada 71 sekolah di Muba yang dilakukan penilaian oleh BPOM. Alhamdulillah, kita menjadi salah satu sekolah yang mendapat penghargaan,” ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Sekayu, Muri, Kamis (19/12/2019).

Selama penilaian, menurut Muri, terdapat tiga tahapan yang dilakukan yakni survey, inspeksi mendadak (Sidak) kantin yang dilakukan langsung BPOM, sosialisasi dan bimbingan teknis keamanan pangan serta pengisian form. “Penilaian dimulai pada Agustus lalu,” kata dia.

Sementara itu, Kapala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba, Musni Wijaya, melalui Kabid SMP, Nazarul mengatakan, pihaknya terus berupaya menciptakan kantin-kantin sehat diseluruh sekolah yang ada di Bumi Serasan Sekate.

“Untuk pangan anak-anak, kita menyarankan agar membawa bekal dari rumah terutama yang menerapkan sekolah 5 hari (full day school). Namun, sekolah juga sebaiknya menyiapkan makanan dan minuman di kantin,” jelas dia.

Pangan yang ada di sekolah itu, sambung Nazarul, diharuskan bebas dari 5 P yakni penguat rasa, pemanis, pengawet, pewarna, dan pengental.

“Kita juga lakukan diserminasi setiap sekolah agar menyediakan pangan yang baik. Tapi ingat, ketersediaan kantin itu merupakan suplement bukan utama, jadi disini dituntut kreatifitas kepala sekolah,” beber dia.

Bukan hanya itu, untuk menyediakan pangan yang sehat baik anak-anak didik, pihaknya juga melibatkan Puskesmas, BPOM, dan Dinas Kesehatan untuk mengawasi pangan yang ada arau dijual di sekolah.

“Muba ini kan menyandang status layak anak, jadi sudah seharusnya juga kita ciptakan ramah anak, salah satunya dilingkungan sekolah,” tandas dia. (rel)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts