Palembang, Sumselupdate.com – Drs Hadi Prabowo yang menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel sampai dengan dilantiknya Gubernur Sumsel definitif periode 2018-2023.
Dilansir dari Wikipedia, Hadi Prabowo atau yang dikenal HP ini lahir di Klaten, Jawa Tengah, 3 April 1960 adalah Deputi I di Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan pernah menjabat sebagai penjabat Gubernur Kalimantan Tengah2015.
Sebelumnya, ia adalah Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah. Pada Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2013, Hadi maju sebagai calon gubernur yang diusung gabungan partai, antara lain PKS, Gerindra, PKB, PPP,
Selesai ditugasi sebagai Sekda Provinsi Jawa Tengah, pria berkumis ini lalu diberi tugas baru di Kementerian Dalam Negeri. Berturut-turut tugas yang diemban adalah Staf Ahli Menteri Dalam Negeri lalu Deputi I Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).
Pada 5 Agustus 2015, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melantik Hadi sebagai Pejabat Gubernur Kalimantan Tengah menggantikan Agustin Teras Narang yang telah habis masa tugasnya. Hadi Prabowo juga pernah menjadi calon terkaya dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2013 lalu.
Hadi sebelumnya menjabat Sekda Provinsi Jawa Tengah, jumlah harta Hadi Prabowo sesuai dengan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang juga sudah diverifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertanggal 11 Maret 2013 senilai Rp13,5 miliar.
Sementara pada LHKPN 28 Juli 2010, harta Hadi dinilai sebanyak Rp 5,3 miliar atau mengalami peningkatan sekitar Rp8,1 miliar dalam tiga tahun. Sedangkan berdasarkan LHKPN milik Hadi Prabowo tertanggal 15 April 2008, harta Hadi senilai Rp1,9 miliar.
Menanggapi hal itu, Hadi Prabowo mengakui jika memang kekayaannya meningkat sejak menjadi Komisaris Utama Bank Jateng yang dijabatnya mulai awal 2010. “Memang pendapatan sebagai komisaris itu sampai saat ini belum pernah saya ambil atau saya gunakan,” katanya dalam keterangan pers seusai Deklarasi LHKPN di Hotel Patra Jasa Semarang, Kamis (2/5) silam.
Dari jabatannya sebagai komisaris utama, pendapatan yang diperoleh di atas Rp50 juta setiap bulannya. Hadi mengatakan, anggaran itu memang sengaja disimpan untuk modal dalam mengikuti Pemilihan Gubernur Jawa Tengah.
Namun, setelah resmi menjadi calon gubernur, Hadi sudah dicopot dari jabatannya sebagai komisaris utama. Sayangnya, Hadi kalah bertarung dengan Ganjar Pranowo yang saat ini menjabat sebagai Gubernur dua periode. (ery)











