Laporan: Henny Primasari
Inderalaya, Sumselupdate.com – Sebuah akan facebook (FB) atas nama Hendri Dika menebar Ujaran Kebencian di media sosial khususnya di lingkup grup Facebook Ogan Ilir Memilih Pemimpin.
Peristiwa dugaan pelecehan profesi wartawan ini bermula saat akun Hendri Dika mengkritik kegiatan Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar pada pembukaan lomba bidar mini di Kecamatan Sungai Pinang pada 7 Februari lalu.
Unggahan dengan kata tak pantas tersebut lalu coba diluruskan oleh seorang jurnalis di Ogan Ilir bernama Henny Primasari.
Henny menjelaskan jika kegiatan tersebut untuk meningkatkan UMKM di desa serta menjadikan lomba bidar mini agenda tahunan yang bisa jadi objek wisata.
Bukannya merespon dengan baik, akun Hendri Dika malah seperti tak terima dan melontarkan makian. Ia bahkan menyebut profesi jurnalis sebagai pelacur independensi.
Henny sebagai orang yang ditandai dalam kolom komentar unggahan tersebut mengaku berang.
“Unggahan dan kata-kata yang sangat tidak pantas dikemukakan di forum medsos. Akun itu sepertinya abal-abal tidak jelas siapa pemiliknya. Sepertinya si penulis akun abal-abal sangat paham dengan saya. 17 tahun bekerja di bidang (jurnalis) kok bisa dia menghina seperti itu. Dia bisa melontarkan kata-kata keji seperti itu! Kepada pihak kepolisian semoga hal ini bisa ditelusuri, dicari pemilik atau penggunanya dan ditangkap karena menyalahi UU ITE sebab sudah meresahkan dan menyebarkan Ujaran Kebencian. Akun-akun setan tak jelas seperti itu banyak wara-wiri di beranda media sosial, itu harus ditindak tegas secara hukum dan juga harus dilaporkan ke FB dan di-banded agar tidak lagi muncul akun-akun setan atau abal-abal,” kata Henny, Kamis (11/3/2021).
Terpisah, Dewan Penasihat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Ogan Ilir, Sardinan Delisep mengatakan, jika unggahan Ujaran Kebencian ini dilatarbelakangi perbedaan pilihan politik dan seyogianya tak perlu terjadi.
“Sebaiknya tidak perlu berpolemik lagi. Kembali sama-sama mendukung program pemimpin terpilih. Kalau sudah dilantik Bupati Panca dan Wabup Ardani mari kita dukung kita beri kesempatan untuk berbuat. Ini-kan baru beberapa hari kerja satu bulan saja belum. Memimpin itu-‘kan butuh proses dan tidak seperti membalikkan telapak tangan. Ayo move-on kalau sudah kalah ya sudah dukung yang menang, bersatu mewujudkan Ogan Ilir Bangkit,” kata Sardinan.
Wartawan kawakan Sumatera Ekspres ini mengatakan, aparat penegak hukum perlu menindak akun palsu yang kerjanya hanya membuat keributan di dunia maya.
“Pihak aparat penegak hukum harus segera menindak, agar hal seperti ini tidak diulangi lagi. Pastilah di kepolisian ada alat yang bisa melacaknya, siapa pengguna akun tersebut karena banyak akun tidak jelas memaki dan membuat Ujaran Kebencian dan itu tidak baik. Kalau memang terbukti bersalah ya diproses secara hukum,” tegas Sardinan.
Terpisah, Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar mengutuk keras tindakan yang dilakukan akun atas nama Hendri Dika yang melakukan pelecehan terhadap perempuan dan profesi jurnalis.
“Sangat keji berkata demikian apalagi melecehkan perempuan dan melecehkan profesi kami sebagai jurnalis. Hati nuraninya di mana?, bukankah kita para jurnalis melalui media yang membuka cakrawala dunia yang bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat. Saya sebagai Ketua PWI Sumsel sangat mengutuk keras tindakan tersebut. Kami minta kepada pihak kepolisian agar ditelusuri dan diusut tuntas siapa pemilik akun tersebut. Tangkap orangnya agar jangan selalu menyebarkan Ujaran Kebencian di FB atau dunia maya, karena melanggar UU ITE. Kalau mau mengkritik kinerja pemerintah tidak masalah namun secara baik, janganlah sampai melecehkan profesi kami sebagai jurnalis. Saya juga mengajak akun tersebut dilaporkan ke FB agar di-banded atau dimusnahkan karena sudah melakukan pelanggaran berat. Gunakan otak dan jari jemarimu dengan bijaksana di media sosial,” tegas Firdaus. (**)











