Muaraenim, Sumselupdate.com – Pemkab Muaraenim meluncurkan gerakan pelajar anti-narkoba dan membudayakan Muaraenim membaca, Jumat (5/5/2017).
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Muaraenim, digelar bersamaan dengan senam pagi seluruh pelajar di Muaraenim, SKPD dan FKPD di lingkup Pemkab Muaraenim.
Bupati Muaraenim H Muzakir Sai Sohar menyampaikan bahwa sampai saat ini peredaran narkoba sudah merajalela.

Suasana kegiatan gerakan pelajar anti-narkoba dan membudayakan Muaraenim Membaca di Lapangan Merdeka Kota Muaraenim, Jumat (5/5/2017).
“Narkoba ini sudah sangat banyak menyerang sendi kehidupan baik di kalangan berpangkat maupun rakyat biasa dan tidak terkecuali kalangan pelajar, yang peredarannya pun tidak hanya di perkotaan namun sudah menjalar sampai ke pelosok desa yang ada di kabupaten Muaraenim,” ujar Muzakir.
Berdasarkan data yang dimiliki oleh BNN Kabupaten Muaraenim dalam kurun waktu enam bulan terakhir, sudah terdapat 20 kasus narkoba dengan perincian sebanyak tujuh orang pelajar yang sudah direhab.
Kemudian, lima orang pegawai swasta, lima orang pengusaha, dua orang pengangguran, dan satu orang TKS dilingkup Pemkab Muaraenim.
Sementara itu, berdasarkan data dari Polres Muaraenim pada tahun 2016 lalu telah berhasil mengamankan barang bukti berupa ganja sebanyak 6.133,63 gram shabu-shabu 853,22 gram, dan ekstasi 267 butir.
“Dari hasil tersebut, dapat dibuktikan bahwa peredaran narkoba di wilayah Muaraenim sangatlah besar. Untuk itu, saya mengajak semua untuk melawan peredaran barang haram tersebut serta mengimbau para kalangan pelajar pada kegiatan ini untuk menghindari dan menjauhi yang namanya narkoba, sebab narkoba dapat merusak masa depan anak-anak sekaliaan didalam mencapai cita-cita,” pungkas Muzakir.
Ketua BNNK Muaraenim, Ika Wahyu Hindaryati menyampaikan bahwa risiko dari pemakai narkoba hanya ada tiga yaitu pertama direhab, kedua dipenjara, dan ketiga dikubur.
Dalam kegiatan tersebut terdapat lima isi deklarasi yaitu mengharamkan bentuk penyalahgunaan narkoba, menolak segala bentuk peredaran narkoba, mendukung dan menghargai segala upaya pemerintah didalam memerangi narkoba, siap berperan aktif di dalam pencegahan, rehabilitasi, dan pemberantasan narkoba, serta menciptakan Muaraenim Bersinar (bersih narkoba).
Deklarasi tersebut dibacakan oleh empat orang pelajar dan diikuti oleh seluruh pelajar yang hadir dalam kegiatan tersebut. (azw)











