Malang, Sumselupdate.com – Aktivitas wisata ke Gunung Bromo di Jawa Timur akan ditutup total selama 24 jam mulai Kamis (7/3) pukul 05.00 sampai Jumat (8/3) pukul 05.00. Penutupan itu dilakukan dalam rangka Catur Bratha Penyepian Tahun Baru Saka.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) John Kenedie membenarkan penutupan. Ini adalah penutupan tahunan berdasarkan surat dari Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggo Nomor 27/Pem/PHDI-KAB/I/2019 tanggal 25 Januari 2019.
Penutupan itu diterapkan di seluruh jalur wisata menuju Bromo. Jalur itu seperti pintu masuk Cemoro Lawang, Resor Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Wilayah Tengger Laut Pasir, Kabupaten Probolinggo, pintu masuk Wonokitri RPTN Wilayah Gunung Pananjakan, Kabupaten Pasuruan, dan Pintu Masuk Coban Trisula Wilayah RPTN Coban Trisula, Kabupaten Malang.
Seperti dikutip dari laman kompas.com, selama 2018 jumlah wisatawan yang berkunjung ke BBTNBTS mencapai 853.016 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 828.247 wisatawan domestik dan 24.769 mancanegara.
Jumlah wisatawan itu naik ketimbang setahun lalu. Tahun 2017, jumlah pengunjung 652.463 orang, terdiri 628.895 wisatawan Nusantara dan 23.568 turis mancanegara. Penutupan Bromo diperkirakan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke tempat lain, salah satunya Kota Batu.
Pengurus Kelompok Tani Makmur Abadi (penyedia agrowisata petik apel) di Kecamatan Bumiaji, Harno, mengatakan, ada beberapa kelompok wisatawan asal luar Jawa yang memesan tempat untuk 6 Maret-7 Maret.
“Biasanya, pada hari-hari biasa, agak jarang wisatawan pesan tempat kecuali pada akhir pekan. Untuk ke Batu, mereka harus memperhatikan beberapa faktor, seperti cuaca dan kemacetan lalu lintas. Hari ini hujan turun terus,” ucapnya.
Pada akhir pekan, biasanya jumlah wisatawan yang memetik apel mencapai 200-300 orang. Jumlah ini akan meningkat saat ada libur panjang akhir pekan dan liburan sekolah. Pada saat seperti itu, jumlah wisatawan bisa mencapai 400 orang lebih per hari. (pto)











