Muarabeliti, Sumselupdate.com - Aksi saling gebrak meja mewarnai pertemuan antara perwakilan massa dari Desa Jambu Rejo, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas (Mura) dengan perwakilan Pemkab Mura, Kamis (20/10/2016).
Pemicunya salah satu perwakilan pendemo yang menyebut bahwa penjelasan dari Kepala BMPD Dian Chandera, cuma mengulang-ngulang.
Mendengar itu Asisten I Tata Pemerintahan EC Priscodesi marah dan langsung mengebrak meja. Melihat itu perwakilan massa juga mengebrak meja. Beruntung suasana panas cepat diredam masing-masing pihak, termasuk aparat kepolisian yang ada di dalam ruangan rapat.
Dalam pertemuan itu, calon Kades, kalah Leni Sunarsih, menegaskan kedatangan mereka ke Pemkab dengan menggelar aksi demo untuk mempertanyakan selisih delapan suara.
Sebab masalah selisih suara tersebut sudah dilaporkan ke Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), tetapi belum ada jawaban. “Kita sudah melapor tapi belum ada jawaban,” paparnya.
Ditempat yang sama, Kepala BPMPD Dian Chandera mengatakan masalah Pilkades Jambu Rejo, pihaknya sudah memanggil panitia desa dan kecamatan. Ternyata yang membuat selisih cuma surat undangan.
Itupun tidak mengganggu tahapan Pilkades. “Pelantikan calon Kades terpilih merupakan tahapan yang harus dilaksanakan,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Sumber Harta Amir Hamzah mengatakan sudah mengecek apa yang disampaikan calon kades. Mengenai surat jawaban atas keberatan calon kades kalah akan segera disampaikan sebab jawabannya sudah ada. “Surat jawabannya sudah ada tinggal disampaikan saja,” jelasnya.
Sebelum dilakukan pertemuan, puluhan massa dari Desa Jambu Rejo, Kecamatan Sumber Harta, Kabupaten Mura menggelar aksi demo di depan Kantor Bupati dan DPRD Mura.
Tuntutan dari aksi demo di dua tempat itu sama-sama meminta agar pelantikan calon kades terpilih ditunda. Karena disinyalir Pilkades penuh dengan kecurangan.
Demonstran yang datang membawa spanduk bertuliskan suara rakyat suara tuhan, kita menuntut kebenaran bukan kemenangan, e voting merugikan masyarakat, e voting permainan elit politik, kami tidak percaya hasil evoting. (ain)











