Adegan Ketujuh Darwin Cangkul Korban, Keluarga Menangis Histeris Minta Pelaku Dihukum Mati

Pelaku Darwin (42) mencakul kepala korban.

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Satreskrim Polrestabes Palembang kembali melakukan reka adegan atas kasus pembunuhan terhadap  Anwar (55), warga Lorong Kedukan, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang, Rabu(22/10/2021).

Read More

Dari rekon yang dilakukan di halaman Mapolrestabes Palembang, Sabtu (9/10/2021), menghadirkan pelaku Darwin (42) dan juga pihak keluarga korban. Setidaknya ada 19 adegan yang diperagakan dalam pembunuhan yang motifnya dendam

Terlihat pada dalam adegan ke empat dan kelima pelaku Darwin, memanfaatkan cangkul milik tetangga korban untuk melancarkan aksinya. Adegan ketujuh korban langsung melancarkan aksinya dengan mencangkul bahu, kuping, dan kepala korban yang sedang duduk bermain handphone.

Bahu korban pun tak lepas dari aksi pelaku Darwin.

Anak korban yang ikut hadir tak kuasa melihat aksi pelaku membunuh ayahnya. Hal tersebut juga membuat mental pelaku menjadi takut, hingga beberapa akhir adegan ia takut untuk melihat keluarga korban.

“Kalau kita lihat dari BAP dan reka adegan yang terjadi sama persis. Namun, sikap sesumbar yang berkata bangga membunuh korban kami tak suka. Dan kami harap pelaku dapat mendapatkan hukuman mati,” ujar adik korban, Badar, saat ditemui ditempat.

Sepanjang rekontruksi, keluarga korban menangis histeris.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi mengatakan rekon tersebut berjumlah 19 adegan dan ini dilakukan untuk menyesuaikan keterangan yang sudah kita ambil dan reka adegan.

“Kita melakukan ini untuk melengkapi berkas yang mana kasus ini terjadi di daerah 5 Ulu. Semuanya sudah klop apa yang dilakukan pelaku kepada korban dan selanjutnya akan kita serahkan ke Kejaksaan,” katanya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.