Ada Sekitar 390 Kilometer Jalan Rusak di Sumsel Menunggu Perbaikan

Jumat, 12 Oktober 2018
Kepala Bidang Jalan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel, Mukhtar.

 Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat sedikitnya 390 kilometer jalan provinsi di Sumsel menunggu untuk diperbaiki. Kerusakan jalan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota tersebut terbagi atas kategori rusak ringan dan rusak berat.

Data Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan menyebutkan, hingga akhir bulan September 2018 dari 1.513 kilometer jalan provinsi tercatat sepanjang 134 kilometer jalan dalam kondisi rusak berat dan 256 kilometer jalan dalam kondisi rusak ringan. Sementara sisanya sebesar 74,2 persen atau 1.123 kilometer dalam kondisi bagus.

Read More

Kepala Bidang Jalan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel, Mukhtar, mengungkapkan, program perbaikan jalan untuk anggaran tahun ini sudah hampir rampung dan hanya menyisakan sedikit pekerjaan dari dana APBD Perubahan 2018. Sementara untuk jalan rusak yang ada saat ini baru akan diperbaiki pada anggaran perbaikan jalan tahun 2019.

“Kami sudah melaporkan rencana perbaikan jalan berikut kebutuhan biaya yang diperlukan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang diketuai Pak Sekda. Selanjutnya mereka yang akan menentukan berapa dana yang diusulkan untuk perbaikan tahun depan,” ujar Mukhtar di Palembang, Jumat (12/10/2018).

Dari data Dinas PU, kondisi jalan rusak berat paling banyak berada di kawasan Kabupaten Muaraenim yang mencapai panjang 66,3 kilometer, sementara untuk kondisi jalan rusak ringan paling banyak berada di Kabupaten Ogan Ilir dengan panjang 50,8 kilometer.

Menurut Mukhtar, prioritas perbaikan jalan juga masih dalam kajian untuk menyesuaikan dengan visi misi Pemprov Sumsel lima tahun ke depan.

“Visi misi Pemerintah Provinsi Sumsel  pemerataan pembangunan yang berkeadilan, artinya mungkin setiap daerah akan dprioritaskan dengan melihat tingkat kerusakannya. Bila rusak parah tentu harus menjadi prioritas,” tukasnya.

Kondisi jalan rusak berat yang tercatat saat ini diperkirakan akan semakin bertambah. Selain beberapa ruas jalan yang memang tidak tertangani karena keterbatasan anggaran, kondisi cuaca yang sudah mulai masuk musim penghujan di akhir tahun juga, akan memperparah kondisi jalan.

“Dengan kondisi ini, pengguna jalan terpaksa harus bersabar menunggu perbaikan jalan yang baru akan dilakukan tahun depan,” pungkasnya. (adi)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts