PALI, Sumselupdate.com – Sejak hari ini sampai 10 hari ke depan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten PALI menutup jalan alternatif penghubung antar kabupaten/kota yang berada di Desa Pandan, Kecamatan Tanah Abang, PALI.
Ditutupnya akses jalan tersebut disebabkan adanya pengecoran jalan yang terkena amblas dari aliran Sungai Lematang. Pengecoran jalan sepanjang 100 meter dan lebar 5 meter ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) PALI.
Sunardin, Plt. Kepala Dishub Kabupaten PALI selama beberapa hari ini menyebarkan informasi tersebut dengan cara membagikan selebaran pemberitahuan tentang penutupan jalan ke seluruh Warga PALI yang kerap menggunakan jalan tersebut.
Pihaknya juga berharap pengemudi mobil untuk tidak melintas jalan tersebut selama pengecoran dan pengerasan jalan alternatif itu. Sesuai dengan surat pemberitahuan. Ia menempatkan delapan petugas, yakni 4 petugas Dishub dan Pol PP untuk berjaga selama 24 jam secara bergantian di persimpangan Desa Sedupi, Desa Modong dan Desa Tanah Abang.
“Penutupan jalan mulai 11 Januari sampai 21 Januari, selama 10 hari. Hal ini dilakukan ada adanya pengecoran jalan di Desa Pandan, yang ambles terkena kikisan Sungai Lematang,” ujar Sunardin saat dihubungi, Rabu (11/1/2017).
Ia mengatakan penutupan jalan untuk mobil itu, terkecuali kendaraan sepeda motor yang diperbolehkan melintas, itupun menggunakan jalan darurat yang bisa dilalui sepeda motor. Dia juga meminta kesabaran para pengemudi. Untuk mobil yang hendak ke Prabumulih dan Palembang, pihaknya mengarahkan agar lewat di simpang Belimbing.
“Mobil yang hendak ke Prabumulih dan Pelambang, kami arahkan melintas jalan arah Simpang Belimbing, kerja sama dengan masyarakat, pengemudi diharapkan sekali, untuk mempercepat pembangunan jalan tersebut,” jelas Sunardin.
Tim Tanggap Darurat Dinas PUBM PALI, Andi Irawan menuturkan pengecoran dilakukan serentak mulai dari pagi sampai malam atau selesai mengingat kondisi tanah yang berada di aliran Sungai Lematang itu, tidak bisa di cor secara setengah-setengah.
“Kalau tidak serentak jalan tetap ambles. Jadi kami mulai dari pagi sampai malam atau selesai cor jalan tanpa stop, dan pengerasan membutuhkan waktu 10 hari. Jadi jalan tersebut tidak bisa dilalui mobil, untuk sepeda motor masih bisa menggunakan landasan jalan,” jelas Andi, ketika dihubungi sejumlah media. (adj)











