PALI, Sumselupdate.com – Badan Permusyawaratan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten PALI secepatnya akan mencairkan Alokasi Dana Desa (ADD) triwulan ke-3 dan 4.
Informasi tersebut dikatakan Plt Kepala BPMPD Kabupaten PALI Arif Firdaus usai menemui puluhan Kepala Desa (Kades) di Kantor Bupati PALI, Kamis (15/12/2016).
Arif mengatakan terjadi penundaan pencairan ADD dikarenakan Pemkab PALI sedang mengalami defisit anggaran. “Secepatnya kita cairkan. Intinya, tidak ada penghapusan biaya operasional pemerintahan desa. Hanya saja, ADD triwulan ke-3 dan 4 terjadi penundaan,” katanya.
Untuk permasalahan itu, lanjut Arif para kades telah diberikan penjelasan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PALI. “Sudah clear masalahnya, para kades juga sudah menerima penjelasan dari Sekda,” tambahnya.
Di tempat yang sama Heru Martin, Kades Talang Akar mewakili puluhan kades menuturkan bahwa dirinya bersama para kades ingin minta penjelasan dan kepastian soal pencairan ADD yang telah enam bulan belum cair.
“Setelah berkonsultasi dengan Sekda, Pemkab PALI sedang mengalami defisit anggaran. Sehingga pembayaran ADD ditunda hingga Januari 2017 nanti,” jelas Heru.
Dirinya bersama kepala desa yang lain juga mengakui, akibat belum dicairkannya ADD tersebut, cukup mempengaruhi pelayanan pemerintah desa ke masyarakat.
“Karena, dalam ADD tersebut ada dana operasional pemdes, ATK dan lainnya. Sehingga, meski tidak mempengaruhi pembangunan, lambannya pencairan ADD menyebabkan pelayanan terganggu,” jelasnya.
Bila Januari nanti ADD masih belum dicairkan, maka dirinya bersama puluhan kades akan kembali menyurati BPMPD dengan tembusan Sekda dan Bupati.
“Kita akan tegaskan kembali, dengan cara mengirimi surat ke BPMPD ditembuskan dengan Sekda dan Bupati PALI,” tegasnya.
Puluhan Kades di Kabupaten PALI ini mendatangi Kantor Bupati PALI untuk meminta kejelasan mengenai belum dicairkannya ADD dari APBD Kabupaten PALI.
Selain itu, adanya wacana penghapusan biaya operasional kades dalam menjalankan tugas memimpin desa juga menjadi kegundahan para kades tersebut.
Sebelumnya puluhan kades ini juga mendatangi Kantor DPRD PALI untuk menemui Bupati yang sedang menghadiri rapat paripurna. Namun, karena bupati sedang mengikuti acara, maka puluhan kades dialihkan menemui Sekda di kantor Bupati. (adj)











