Presiden Akan Rapat Terbatas Putuskan Moratorium UN

Sabtu, 26 November 2016
Siswa tengah mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer/UNBK (ilustrasi)

Makassar, Sumselupdate.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan menggelar rapat kabinet terbatas (ratas) sebelum pemerintah memutuskan moratorium ujian nasional (UN) pada 2017.

“Masih proses, belum dirataskan, belum,” kata Jokowi kepada media usai sosialisasi Program Amnesti Pajak Tahap II di Hotel Clarion Makassar, Jumat malam (25/11), seperti dilansir Antaranews.com.

Read More

Menurut Presiden, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir (Mendikbud) Effendy memang sudah menyampaikan masalah itu kepadanya. “Tapi tentu saja harus ada rapat terbatas dulu yang nantinya akan kita putuskan,” katanya.

Ia menambahkan, kalau memang diperlukan dalam rangka peningkatan standar kualitas pendidikan maka akan dilakukan. “Saya belum tahu laporannya seperti apa, datanya seperti apa,” ujarnya.

Sebelumnya, Mendikbud mengusulkan moratorium atau penangguhan UN pada 2017. “Sudah tuntas kajiannya, dan kami rencana (UN) dimoratorium. Sudah diajukan ke Presiden dan menunggu persetujuan Presiden,” kata Muhadjir, Kamis (24/11).

Alasan moratorium UN, lanjutnya, karena pada saat ini UN berfungsi untuk pemetaan dan tidak menentukan kelulusan peserta didik. Kemendikbud ingin mengembalikan evaluasi pembelajaran siswa menjadi hak dan wewenang guru, baik secara pribadi maupun kolektif.

“Negara cukup mengawasi dan membuat regulasi supaya standar nasional benar-benar diterapkan di masing-masing sekolah,” kata Muhadjir.

Moratorium tersebut juga menyesuaikan dengan peralihan kewenangan pengelolaan sekolah menjadi milik pemerintah daerah. “Jadi nanti untuk evaluasi nasional itu SMA/SMK serahkan ke provinsi masing-masing, untuk SD dan SMP diserahkan ke kabupaten atau kota,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, pemetaan berdasarkan hasil UN menunjukkan ada 30 persen sekolah sudah berada di atas standar nasional, sementara sisanya belum memenuhi standar tersebut. “Kalau sudah tahu dengan (pemetaan) melalui UN ternyata sekitar 30 persen saja yang bagus, maka kami harus melakukan pembenahan-pembenahan dulu,” kata dia. (shn)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts