Muarabeliti, Sumselupdate.com – Kehadiran pasar kalangan yang tersebar di sejumlah desa 14 Kecamatan di wilayah Kabupaten Musirawas (Mura) cukup menarik perhatian masyarakat sebagai aktivitas jual beli.
Bahkan, kehadiran pasar kalangan mampu menumbuhkan geliat ekonomi di tengah masyarakat terutama pedesaan.
“Kita lihat saat ini antusias pasar kalangan di sejumlah desa begitu besar. Terutama didesa yang jauh berada dipasar Kecamatan,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Kadisperindagsar) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Bambang Hermanto.
Menurutnya, untuk saat ini jumlah pasar kalangan yang ada mencapai 50 titik tersebar di beberapa Kecamatan. Sehingga, dari jumlah ini pihaknya akan giat penambahan pasar dengan melihat potensi yang ada dengan melakukan survei disejumlah desa yang ada.
“Untuk pembangunan pasar kalangan kita juga akan juga bisa dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) setempat dengan memanfaatkan dana desa (DD) yang dikucurkan oleh Pemerintah pusat,” terangnya.
Dikatakannya, dalam pendirian pasar di desa harus melihat potensi rasio yang ada. Terutama antusias transaksi jual beli antara pedagang dan masyarakat. Karena memang untuk menumbuhkan geliat ekonomi ditengah masyarakat harus adanya pasar kalangan maupun harian.
“Untuk 50 pasar kalangan yang ada saat ini bilamana dapat berfungsi dan aktif semua dalam pengoperasiannya sudah sangat memberikan manfaat positif disetiap desa. Apalagi, bila didukung dengan akses fasilitas pendorong lainnya terutama jalan menuju pasar yang mulus,” paparnya.
Selain itu, keberadaan pasar kalangan atau kawasan sangat penting. Karena berperan menjadi pusat lalu lintas barang, pusat kegiatan ekonomi, transaksi jual beli produk antardesa dalam satu kawasan. Apalagi pasar kalangan nantinya akan dikelola bersama antardesa dalam sebuah kawasan.
“Desa sebagai satu entitas jika tidak ada koneksi, tidak akan berkembang optimal. Inilah mengapa pasar kalangan perdesaan menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Kemudian, untuk bangunan pasar kalangan pedesaan akan jauh lebih optimal bila dibangun lengkap dengan fasilitas jalan untuk mobilisasi barang. Pasar pedesaan juga memakai konsep VIRA (Villages, Industrial, and Rest Area).
Konsep ini dirancang untuk memudahkan terjadi transaksi produk lokal yang dapat mendukung pemenuhan ketersediaan barang dan jasa primer maupun sekunder di kawasan perdesaan.
“Untuk pasar kalangan pedesaan juga hendaknya berada ditepi jalan atau jalan utama desa dan Kabupaten. Bahkan, dalam pasar kalangan dilengkapi adanya lapak pedagang, kantor pengelola pasar, kantor gudang, warung kuliner, dan ruang galeri untuk memamerkan produk-produk unggulan desa-desa di kawasan pedesaan setempat,” pungkasnya. (ain)











