Jakarta, Sumselupdate.com – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI akan kembali menggelar aksi dalam bentuk Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 mendatang. Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid mengaku tidak bisa menyalahkan umat Muslim apabila tetap menggelar aksi tersebut.
Pasalnya, usai ditetapkan sebagai tersangka, Ahok kembali mengeluarkan pernyataan yang menyulut reaksi umat Muslim. “Mereka (umat Muslim) sekarang tersengat lagi oleh statement dan fitnah Ahok,” ungkap Sodik Mudjahid di Jakarta, seperti dilansir laman republika.co.id, Sabtu (19/11).
Sodik berharap bangsa Indonesia bisa melihat dengan jernih siapa yang sesungguhnya memancing dan mengawali kegaduhan. Ia juga mengimbau aksi susulan tidak perlu dilakukan karena proses hukum sudah berjalan.
”Yang diperlukan adalah mengawal proses hukum oleh tim kecil yang ahli di bidangnya agar proses hukum independen, bebas intervensi pemerintah, profesional dan menampung rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.
Sodik menambahkan, awalnya dia bukan termasuk orang yang mendesak Ahok segera ditahan, mengingat yang bersangkutan harus melakukan kampanye Pilgub DKI. Namun kenyataannya, Sodik melihat ada gejala pada diri Ahok yang masih memantik kemarahan umat Muslim, serta adanya kemungkinan melakukan upaya-upaya yang mengganggu penyidikan. “Maka saya pikir tuntutan pendemo agar polisi segera menahan Ahok ada benarnya,” kata Sodik.
Sebelumnya, pernyataan Ahok kembali menuai kritik. Ini terkait pernyataannya dalam laman abc.net.au dengan judul berita Jakarta Governor Ahok Suspect in blasphemy case, Indonesia Police say yang diposting pada Rabu (16/11).
Di dalamnya terdapat rekaman video pernyataan langsung Ahok yang secara garis besar mengatakan, It’s not easy, you send more than 100.000 people, most of them if you look at the news, said they got the money 500.000 rupiahs’, (tidak mudah mengirim 100 ribu orang. Sebagian besar dari mereka, apabila Anda lihat di berita, mereka mendapatkan uang Rp 500 ribu). (shn)











